Showing posts with label Article. Show all posts
Showing posts with label Article. Show all posts

Friday, May 30, 2014

Perlu Cara Alternatif Cetak Wirausahawan di Asia

Kalangan eksekutif bisnis yang menghadiri World Economic Forum (WEF) Asia Timur ke-23 di Manila, Filipina menandaskan, bahwa pengembangan kewirausahaan harus dijalankan di luar pendidikan. Harus ada cara-cara alternatif untuk mencetak lebih banyak wirausaha di Asia.

“Pendidikan tidak hanya menyangkut pengetahuan, tapi sebuah proses belajar. Mengintegrasikan pendidikan dengan bisnis dan ekonomi bisa menciptakan lebih banyak pengusaha dan bisa membantu peningkatan pendapatan masyarakat,” tutur Chief Executive Officer (CEO) Lippo Group James T Riady, di ajang WEF Asia Timur, Kamis (22/5) lalu. Di Indonesia, tambah dia, 70% dari 112 juta angkatan kerja nasional bekerja di sektor informal. Artinya, tambah Co-Chairman WEF Asia Timur tersebut, para pekerja itu berupah dan berketerampilan rendah.

“Kita juga harus mencermati lagi untuk apa sesungguhnya pendidikan itu. Kami memiliki tiga fondasi, yakni keluarga yang merupakan landasan pendidikan dasar, sekolah, dan tempat-tempat ibadah,” kata dia, dalam sesi bertajuk “Simpul PendidikanKewirausahaan-Pekerjaan.” Tanpa pendidikan, lanjut James, akan sangat sulit bagi seseorang untuk maju secara ekonomi. Pendanaan mikro selama ini berhasil membantu masyarakat mendirikan usaha kecil di seluruh Indonesia. Jumlahnya terus bertambah dan berkontribusi mengangkat banyak masyarakat Indonesia dari kemiskinan menjadi kelas menengah.

James mengatakan, melalui saat-saat sulit dan bagaimana mengatasinya akan membantu pengembangan karakter seorang wirausahawan. Peluang untuk menjadi pengusaha kaya raya seperti Bill Gates, ujar James, adalah satu berbanding semiliar. Tapi, tandas dia, pengusaha sejati adalah dia yang berani mengambil risiko, melalui seluruh proses birokrasi pemerintah dan segenap ketidakefisienan sistem, lalu pada saat yang sama mampu menciptakan lapangan kerja.

“Saya percaya bagian besar dari proses terciptanya seorang wirausahawan adalah melalui tantangan-tantangan dan kesulitan-kesulitan. Tapi, filosofi yang mendominasi masyarakat sekarang ini adalah apa yang terlihat di film, TV, bintang film dan sebagainya. Ini yang hendak ditiru anak-anak muda. Jadi, sesungguhnya ada krisis panutan,” kata James. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam sesi terpisah menjelaskan, cara yang ampuh untuk mendorong mobilitas masyarakat adalah melalui kewirausahaan, khususnya di antara kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Secara khusus saya menyukai konsep kewirausahaan karena tidak perlu gelar kesarjanaan untuk bisa menjadi salah satunya. Satu studi menyatakan hanya 14% dari pengusaha kami memiliki gelar sarjana. Sebanyak 17% hanya tamat SD dan 4% tidak memiliki pendidikan formal. Artinya, siapa saja bisa menjadi pengusaha,” kata SBY.

Dia juga menekankan pentingnya kontribusi para pengusaha itu dalam menciptakan lapangan kerja. Jika Indonesia bisa menciptakan sekitar tiga juta pengusaha selama satu dekade ke depan, kata SBY, dan setiap pengusaha merekrut 25 pekerja, akan tercipta sekitar 75 juta lapangan kerja.

“Ini akan sangat besar dampaknya dalam mengubah kehidupan rakyat maupun perekonomian negara,” tandas SBY.

Kevin Sneader, Direktur McKinsey and Co mengatakan, saat ini tampaknya ada ketidaknyambungan antara apa yang dibutuhkan pemberi kerja dan yang disediakan dunia pendidikan. Jika perusahaan ditanya proporsi siswa yang siap kerja, akan mengatakan 87% tidak terlatih. Tapi, tambah dia, jika dunia pendidikan ditanya, akan mengatakan sebaliknya, yakni 87% siap kerja.

“Perusahaan membutuhkan seperangkat keterampilan dan dunia pendidikan tidak memilikinya, tapi berpendapat sudah memberikannya kepada siswa. Ini harus diubah. Pendidikan itu harus memiliki kegunaan. Kita harus memberikan lapangan pekerjaan yang bernilai tambah bagi masyarakat,” tutur Sneader.

Pelatihan kejuruan, ujar dia, seperti di Jerman yang menyediakan keterampilan yang dibutuhkan, sudah berhasil. Teresita Sy-Coson, Vice Chairman SM Investments Corp, sebuah perusahaan induk yang bergerak di bidang ritel, perbankan, dan properti di Filipina, mengatakan, masyarakat harus mulai berpikir kreatif mengenai bagaimana peran pendidikan dalam kewirausahaan.

“Pengalaman adalah salah satu guru. Ini tidak berhenti hanya dengan pendidikan. Tentu kita membutuhkan pendidikan, tapi pendidikan hanya titik awal. Setelah SMA, harus lebih banyak pelatihan kejuruan,” tandas dia. Sementara itu, Vikas Pota, CEO Varkey GEMS Foundation Inggris mengatakan, kewirausahaan sangat penting bagi masyarakat, karena senantiasa beradaptasi untuk menyelesaikan persoalan. Dia menambahkan, anak-anak harus diajarkan berpikir cepat dan diberi kesempatan untuk berani mengambil risiko. Kebijakan Pendidikan James juga berharap pemerintah negara-negara di Asia Tenggara melibatkan kalangan dunia usaha dalam penentuan kebijakan di bidang pendidikan.

Keterlibatan dunia usaha diperlukan untuk menyinergikan strategi pendidikan dan kewirausahaan agar dapat menghasilkan tenaga kerja yang mampu menggerakkan ekonomi ASEAN. Selama ini, kata James, pemerintah beranggapan bahwa solusi dari berbagai persoalan masyarakat –apakah dunia usaha, ekonomi, maupun pendidikan– adalah menghadirkan aturan tanpa pelibatan pihak lain.

“Pola berpikir itu harus diubah. Komunitas dunia usaha perlu mengambil bagian dalam penyusunan kebijakan pemerintah,” kata James.

ia mengingatkan, sektor pendidikan di masa mendatang dapat menjadi motor penggerak ekonomi di kawasan Asia Tenggara.

Disebutkan bahwa ada tiga kunci utama untuk mewujudkan cita-cita tersebut, yaitu keyakinan, nilai-nilai, dan falsafah. Lebih lanjut dikatakan, bonus demografi –sebuah kondisi di mana populasi penduduk produktif lebih banyak dibandingkan penduduk nonproduktif– yang dimiliki ASEAN, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Selain itu, pendidikan dan kesehatan juga dapat mempengaruhi stabilitas kawasan pada dasawarsa mendatang.

“Bonus demografi menjadi pilar utama memajukan dunia pendidikan,” kata dia. Senada dengan James, Sneader Sy-Coson mengatakan, institusi pendidikan berperan penting dalam mengajarkan para siswa tentang kedisiplinan, kreativitas, dan kedewasaan berpikir.

“Sekolah adalah tempat anak didik mendapatkan pengajaran tentang pendidikan, kedisiplinan, dan menjadikan mereka lebih dewasa dalam berpikir serta bertindak. Institusi pendidikan adalah tempat para pelajar mendapatkan solusi,” ujar Sy-Coson. [ID/H-12/N-6]
Suarapembaruan.com

Thursday, May 29, 2014

Acara Pitching Startup Itu Malah Mengganggu Bisnis Anda?

Editor’s Note: Tulisan ini ditulis oleh Paul Orlando. Salah satu pendiri AccelaratorHK dan orang yang sudah berpengalaman di dunia startup. Semakin sering ia mengikuti acara pitching startup, semakin ia sadar bahwa acara seperti ini terkadang berdampak buruk bagi startup itu sendiri. Mengapa demikian? Simak dalam tulisannya berikut ini.

Kenapa acara pitching terkadang mengarah ke arah yang buruk dan apa yang seharusnya kita lakukan menanggapi hal ini

    Dalam tulisan ini, acara pitching adalah acara dimana kelompok startup yang terpilih melakukan presentasi kepada sekelompok orang, biasanya adalah juri. Hal seperti ini biasa terjadi di dunia startup.

Setahun yang lalu saya mendirikan dan memulai operasi suatu startup accelerator. Artinya saya ikut memberikan masukan pada startup di semua hal, mulai dari segmen customer sampai cara memonetasinya untuk mendapatkan distribusi dan meningkatkan pendanaan. Saya juga menyiapkan para founder agar mereka bisa pitching ke orang-orang.

Saya juga ikut serta pada beberapa pitching startup secara privat. Dan saya bertindak sebagai juri pada banyak acara picthing.

Tapi saya ingin mengatakan anda kenapa saya tidak tahan dengan acara pitching dan menasihati startup untuk tidak ikut berpartisipasi.

Semua ini bermula bertahun-tahun yang lalu, di suatu sore di New York

Saya baru saja mendengarkan lima pitch dari perusahaan yang masih berada di tahap awal. Ada satu orang yang tidak bisa pergi dari pikiran saya. Ia adalah orang yang memiliki awal bisnis yang layak. Dia pergi dari rumah ke rumah menjual layanannya dengan hasil yang sangat bagus dan ia memiliki akses kepada data yang berharga yang ingin dibeli orang.

Dia juga seorang public speaker terburuk di dunia

Saya tidak pernah melihat orang sekacau ini. Dia tidak memiliki ekspresi dan membosankan. Saya tidak tahu seperti apa rupanya karena ia membaca kata demi kata di kertas yang dihadapkan pada wajahnya.

Tetapi hanya dialah yang di hari itu memiliki sebuah bisnis. Bisnis yang membosankan, tapi bagus. Dan dia juga orang yang langsung saya nyatakan gagal kerena ia adalah pesaing. Samapi saat ini aa masih menjalankan bisnisnya. Saya tidak begitu yakin dengan yang lain.

Picthing yang berlangsung dalam beberapa menit adalah cara yang mengerikan untuk mengevaluasi perusahaan dan tim yang mendirikannya

Acara pitching itu sama dengan restoran fast food dari dunia startup. Mudah ditinggalkan karena sudah kenyang, tapi tidak ada nutrisinya.

Acara pitching memperkuat pesan yang salah – bahwa acara pitching adalah tempat terbaik untuk untuk menceritakan kisah anda ke orang-orang dari startup lain. Perusahaan yang ikut dalam acara ini bisa dinilai cukup dari cara mereka menampilkan diri mereka sendiri dihadapan sekelompok orang, dalam beberapa menit.

Acara pitching disajikan sebagai ritual untuk mencari pendanaan, customer, tapi jarang sekali acara pitching yang mengarah ke hal ini.

Acara pitching lebih seperti gangguan dari pekerjaan dalam bisnis anda. Startup yang saya siapkan untuk pitch menghabiskan banyak waktu mereka untuk latihan dan menemukan cara berkomunikasi dan bagaimana mengekspresikannya. Saya tidak kenal lelah untuk membuat mereka menjadi lebih baik.

Acara ini jarang berakhir dengan penawaran pendanaan. Bahkan ada pergeseran dari tujuan asli dari demo day sebagai cara untuk meningkatkan pendanaan.

Customer anda mungkin bukan dari orang-orang startup ataupun jurinya, jadi kenapa anda menghabiskan banyak waktu di depan sekelompok orang ini?

Pemenang acara pitching lebih sering adalah penyelenggara acara, bukan startup

Saya mendapatkan pertanyaan seperti email di bawah ini dari waktu ke waktu, baik meminta saya untuk menilai atau membantu menemukan startup untuk diikutkan dalam acara pitching.

    Hi Paul. Selama beberapa tahun belakangan ini saya menjalankan “bisnis ini”. Alasan kami melakukannya adalah untuk mencari perhatian dari startup anda. Kami mencari partner dan biasanya kami bekerjasama dengan sebuah accelerator. Menjadi partner berarti anda membantu kami dengan tempat dan promosi acara. Apakah anda tertarik dengan ajuan saya ini?

Saya biasanya membalas seperti ini.

    Hi. Saya masih belum jelas manfaat apa acara ini kepada startup? Saya biasanya tidak mendorong startup untuk berpartisipasi dalam acara pitching kecuali ada hadiah nyata (bukan sesuatu seperti hosting gratis ataupun publisitas). Startup itu memiliki banyak pekerjaan dalam bisnis mereka dan biasanya tidak berkaitan pada acara pitching. Mohon beritahu saya jikalau saya salah memahami pesan anda…

Memang ada bisnis model yang sepenuhnya berdasarkan untuk mengajak startup menghabiskan waktu mereka di acara pitching, mendapatkan sponsorship dan menjual hal-hal seperti tiket, konferensi, riset, atau “akses” ke investor, dan apapun itu.

Terkadang tepuk tangan setelah mereka pitching adalah perasaan terbaik yang dirasakan pendiri startup selama seminggu penuh.
startup pitch

Dan itulah masalahnya. Ini mendorong cara berpikir yang narsistik, dimana kita secara sosial dihadiahkan oleh pujian daripada bisnis yang bisa sustainable. Tetapi ketenaran startup ini yang berlangsung selama 15 menit akan hilang dengan tiba-tiba setelah lampu acara dimatikan.

Terkadang picthing mereka lebih baik daripada keadaan startup mereka sendiri

Artinya pitching membuat startup itu terlihat lebih baik daripada keadaan mereka sesungguhnya, seperti apa yang dikatakan oleh Paul Graham,”the bad startups look good.” Saya tahu bagaimana hal ini bisa terjadi. Berdiri, membuat orang heran dan berdecak kagum, seakan-akan bisnis anda ini mudah dijalankan.

Seharusnya anda lebih berupaya untuk bertemu dengan customer, bereksperimen, dan menjual. Bukan ikut serta menambah keramaian ke ekosistem startup.

Itu artinya anda hanya bermain-main dalam menjalankan startup, bukan berusaha membesarkan bisnis anda.

Menilai dari acara-acara seperti ini adalah bisnis yang tidak jelas, dimana penilaian berdasarkan informasi yang sedikit dan dipengaruhi oleh orang yang melihat dan berpartisipasi dalam acara ini. Dan saya tahu, karena saya bisa mempengaruhi mereka supaya bisa berhasil.

Jadi kenapa saya ikut menilai acara ini? Kenapa saya tidak menghindarkannya?

Ada beberapa alasan.

    Saya merasa mungkin saya bisa menjadi juri yang cukup selama lima menit waktu pitch ini, dilanjutkan dengan lima menit Q&A. Cara saya mengatasi hal ini adalah dengan mencari daftar perusahaan yang akan pitching sebelum acara dimulai dan merisetnya. Walaupun hal ini terlihat lumrah, tapi penyelenggara acara tidak berpikir bahwa juri mempunyai waktu untuk melakukannya. Mereka juga tidak tahu siapa saja perusahaan-perusahaan ini. Tetapi saya bisa mengecek startup ini, mencoba layanan mereka dan mecoba mempelajari mereka.
    Menurut saya cara terbaik untuk mengubah kebiasaan ini adalah dari dalam. Saya tidak akan tahu apa yang terjadi dibelakang layar kecuali saya ikut masuk ke dalamnya.

Beberapa cara untuk menanggapi hal ini ke depannya

Jika anda ingin menghapus praktek seperti ini, cara terbaiknya adalah menggantikannya dengan hal lain. Inilah beberapa ide untuk menghapus acara pitching.

    Daripada menyelenggarakan acara pitching di depan banyak orang-orang startup, sebaiknya lakukan acara seperti “bukan demo day”. Tujuan acara ini tidak untuk menghibur atau menunjukkan betapa kerennya startup anda, tapi tujuannya adalah untuk menunjukkan seberapa besar hasil yang telah diraih.
    Pergi ke acara yang mirip dengan Startup Weekend atau Lean Startup Machine, dimana pitching di sana adalah untuk mengeskpresikan proses yang telah dilewati startup.
    Jalankan dengan format edukasi dimana anda berbagi cara menemukan masalah, mendapatkan pengguna pertama, atau mendapatkan revenue pertama.
    Daripada menghadiri acara pitching, hadirilah acara dimana customer anda berkumpul. Ingat, customer anda mungkin bukan orang startup. Habiskan waktu dengan customer anda.
    Ketika anda diundang untuk ikut pitch di suatu acara, balas mereka dengan mengatakan bahwa anda sedang banyak kesibukan pada bisnis anda. Atau anda bisa berikan mereka artikel ini.

Jika anda merasa setuju dengan apa yang saya tulis, share artikel ini ke banyak orang agar mereka tahu apa yang sebaiknya mereka lakukan daripada ikut ke banyak acara pitching.

Hidupkan Bisnis Online Program Referensi Afiliasi

 TRIBUNNEWS.COM.JAKARTA - Tren  e-commerse diyakini akan terus tumbuh. Peranan iPaymu sebagia  online payment processor berbasis debit pertama diIndonesiamenjadi sangat penting dalam dinamika transaksi online.

 Perusahaan ini membawa visi untuk mewujudkan percepatan digital ekonomi Indonesia, dengan fokus membantu pebisnis online mengembangkan jaringannya terutama dalam hal transaksi. iPaymu memilih basis debit dengan tujuan mempermudah semua kalangan saat melakukan proses transaksi transfer bank. Tanpa batas.

 Kemudahan yang didapat oleh pengguna iPaymu membuat perusahaan online payment processor ini tumbuh cepat. Pikukuh Tutuko, CEO iPaymu mengatakan pertumbuhan iPaymu sejauh ini cukup menggembirakan.

 “Sejak beroperasi sekitar satu setengah tahun lalu, pengguna layanan kami sudah mencapai lebih dari 25.000, yang tersebar dari Sabang sampai Merauke,” ungkap Pikukuh.

 Pertumbuhan tersebut mengindikasikan bahwa layanan iPaymu bermanfaat dan memberikeuntungan kepada pengguna, baik dari sisi keamanan, kepraktisan, kecepatan maupun kenyamanan dalam bertransaksi online.

 Lebih lanjut Pikukuh mengatakan, dari 25.000-an pengguna,  60%-nya adalah pengusaha kecil menengah (UMKM-UKM-IKM) dan 40 %-nya lagi pengguna pada umumnya. Sebagian besar pengguna iPaymu, menurut Pikukuh  memang para UKM, sesuai dengan tagline-nya: iPaymu Sahabat UKM.

 “Sejarah kami memang berawal dari gerakan UKM Goes Online. Program ini memiliki komitmen untuk mengenalkan UKM dengan dunia online. Banyak teman didik kami yang sudah sukses karena mengubah  cara bisnis konvensional menjadi cara bisnis online. Salah satu daerah binaan kami adalah para pengrajin kayu di Jepara, Jawa Tengah,” papar Pikukuh.

 Namun, setelah para UKM mengenal bisnis online, kendalanya berada pada  sistem pembayaran yang masih konvensional. “Dari situlah iPaymu hadir untuk menjembatani transaksionline yang memberikan kenyamanan, keamanan, kecepatan dan terintegrasi,” terang pria yang sudah lama malang-melintang di bisnis online ini.             

 Untuk menjembatani hal tersebut, iPaymu sudah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak terkait dalam rangka memberikan kualitas pelayanan sistem pembayaran berbasis online, utamanya transaksi debit, sehingga dapat menciptakan pengalaman bertransaksi yang mudah, aman dan nyaman baik bagi para pebisnis online maupun untuk para pembelanja online.

 Sedangkan untuk mengembangkan sistem pembayaran online terpadu, iPaymu  memilih open-source platform.Dengan kata lain, webstore / merchant dapat menggunakan sistem iPaymu dengan sangat mudah.Cukup dengan mengintegrasikan Application Program Interface (API) maka fitur iPaymu pun siap digunakan.Pengintegrasian iPaymu dapat dilakukan dalam hitungan detik.

 “Ini salah satu keunggulan kami, sehingga layanan iPaymu mudah diterima oleh para pengguna, utamanya UKM” ungkap Pikukuh  penuh semangat.

Targetkan 100.000 Pengguna

 Dengan  sistem yang mudah, cepat, aman dan nyaman, Pikukuh optimis tahun ini  iPaymu bisa mencapai 100.000 pengguna. Upaya untuk mencapai target tersebut salah satunya dengan menggelar program  referensi afiliasi. Program ini  memberikan keuntungan tambahan bagi para pengguna iPaymu.

 Ringkasnya, Anda akan dibayar dari setiap user yang mendaftar di iPaymu atas rekomendasi Anda. Untuk mengetahui siapa yang merekomendasikan maka setiap pengguna akan memiliki URL referensi unik sehingga tidak akan ada yang bisa mencuranginya. Jika seorang user melakukan pendaftaran melalui referensi unik Anda, maka pembayaran hanya akan ditransfer ke rekening akun iPaymu Anda.

 Keuntungan yang akan diperoleh dari setiap user yang Anda rekomendasikan adalah sebesar Rp. 10.000 sampai dengan Rp 25.000 per user mendaftar, dengan persyaratan user tersebut harus sudah melakukan top up deposit ke rekening akun iPaymu minimal sebesar Rp. 100.000,- . Pada saat top up pertama kali maka Rp 50.000 akan menjadi saldo dari user tersebut dan Rp 50.000 lagi akan dipotong menjadi biaya Administrasi. Dari fee Administrasi inilah iPaymu berbagi dengan pemberi referensi.

 Pembayaran fee komisi per referensi ini akan langsung dimasukkan ke akun rekening iPaymu Anda secara otomatis. Semakin banyak user yang mendaftar atas rekomendasi Anda, maka semakin banyak komisi yang akan Anda dapatkan.Skema banyaknya komisi yang bisa Anda dapatkan dapat dilihat dibawah ini.

Tips Pintar Cari Modal Awal Untuk Usaha

Sebelum memulai usaha, kita memerlukan modal. Besar kecilnya modal tergantung dari besar kecilnya usaha yang akan didirikan. Namun, untuk mengumpulkan modal memang tidak mudah. Beberapa modal yang biasanya kita miliki adalah keberanian, koneksi, pengetahuan, dan pengalaman. Namun bagaimana dengan modal uang dan aset? Mari kita cari tahu cara pintar untuk mendapatkan modal tersebut

Pembagian Modal

Modal Investasi yaitu modal yang harus dikeluarkan di awal membuka usaha dan biasanya digunakan untuk jangka panjang. Misalnya sewa bangunan, promosi, dan lain sebagainya.

Modal Kerja yaitu modal yang dikeluarkan tiap bulan untuk membeli bahan baku untuk membuat barang dagangan. Tanpa modal kerja, kita tidak dapat memproduksi barang dagangan.

Modal Operasional adalah modal yang dipakai untuk membayar gaji pegawai, membayar listrik, air, dan biaya operasional lainnya.

Modal Sendiri

Alangkah lebih baik jika memulai usaha dengan modal sendiri daripada berhutang. Namun, bagaimana kita bisa mempunyai modal sendiri ini?

Menabung. Perkirakan berapa biaya yang dibutuhkan untuk modal usaha Anda dan mulailah menabung sesuai kemampuan dan jangka waktu yang Anda tetapkan. Lakukan dengan berkomitmen. Tips pintarnya : pilihlah tabungan yang pasti dan punya suku bunga yang tinggi. Misalnya saja, pilihlah deposito daripada tabungan biasa, tapi bisa juga memilih asuransi dengan manfaat investasi jika memang bunganya lebih baik.

Menjual Barang Berharga. Biasanya yang dijual atau digadaikan adalah perhiasan, kendaraan bermotor, dan lain-lain. Tips pintarnya : kelolalah penjualan barang berharga Anda meskipun belum Anda butuhkan dananya. Misalnya, jual perhiasan Anda saat memang harga sedang naik, lalu uangnya dibeli lagi saat harga rendah ataupun ditabung. Jangan membeli kendaraan bermotor lagi karena nilainya selalu menurun.

Modal Dari Orang Lain

Minta Bantuan Keluarga. Jika memang keluarga Anda cukup mampu, pinjamlah pada mereka. Namun, jangan meminjam secara berkelanjutan karena hal ini akan membuat Anda tidak mandiri. Tips pintarnya : selain uang, Anda dapat meminta informasi relasi pada keluarga sendiri. Tentu ini mudah dilakukan. Buatlah anggota keluarga besar Anda sebagai marketing Anda sendiri.

Meminjam Pada Bank / Pegadaian. Perlu dilihat kembali yang mana punya suku bungan yang lebih rendah. Apa saja resikonya. Tips pintarnya : lakukan ini sebagai langkah terakhir jika cara lain tak dapat dilakukan. Pilihlah kredit tanpa agunan dan dengan jangka waktu yang dapat disesuaikan dengan pembayaran Anda.

Sistem Bagi Hasil. Sistem ini adalah bekerjasama dengan pihak lain dengan membuat perjanjian yang jelas dan detail. Misalnya Anda mengeluarkan modal konsep dan tenaga, sementara rekan Anda mengeluarkan modal uang tunai. Tips pintarnya : semua perjanjian harus jelas, hitam di atas putih dengan menggunakan materai. Tentu saja cari rekan kerja yang sesuai dengan Anda dan juga kebutuhan Anda. Pastikan dia tertarik dengan usaha yang Anda lakukan dan berapa keuntungannya.

Saat ini, ada juga satu cara lain yang sering dipakai orang ketika tidak punya modal. Biasanya untuk memulai usaha, para pelaku bisnis menjadi reseller. Carilah produsen yang bisa memasok barang kepada Anda terlebih dahulu. Biasanya, barang tersebut ditampilkan secara online dan baru diantar setelah Anda mendapatkan pembeli. Nah, yang mana cara yang Anda pilih, semuanya terserah pada Anda.

Monday, May 26, 2014

Bermodal Rp1 Juta, Yukka &Teman Sukses Kembangkan Brodo

Outlet Brodo (Foto: Situs Brodo)    Outlet Brodo (Foto: Situs Brodo) JAKARTA - Lulusan Teknik Sipil salah satu unversitas di Bandung ini berhasil membuat brand sepatu melalu media online, Brodo. Owner brand sepatu Brodo, Yukka Harlanda berbagi kisah suksesnya dalam menekuni bisnis tersebut.

Saat itu Yukka masih menjadi mahasiswa. Pertama kali membuat sepatu berjumlah lima pasang di Cibaduyut. Pasar pertamanya dilakukan kepada teman-teman di kampusnya.

"Saya tanya ke teman-teman, bagus atau enggak? Eh katanya bagus ya udah dibayar deh," ujar Yukka.

Dirinya pun memulai bisnis tersebut bersama dengan dua temannya bermodal uang senilai Rp1.000.000. Dengan modal tersebut, bisnisnya terus berjalan dengan terus memutar modal dan pendapatannya.

 "Saya bikin sepatu dari uang sepatu yang terjual, dibuat lagi, jual lagi, buat lagi, gitu-gitu deh awalnya," jelasnya dengan santai.

Menurutnya untuk orang yang baru mau memulai bisnisnya tidak salahnya jika memanfaatkan media online. "Waktu itu saya mulai di facebook, kaskus, twitter, iseng upload-upload foto sepatu terus di tag-tagin ke teman, pokoknya yang gratis-gratis manfaatin deh," ungkapnya.

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Yukka sempat berhenti dari bisnisnya dan mencari pekerjaan yang sesuai dengan pendidikannya. Namun, dirinya tak bisa pindah dari bisnisnya yang telah dikembangkan.

Dirinya pun melanjutkan bisnis tersebut, hingga permintaan Sepatu Brodo melalui media online meningkat. Tak puas dari itu, dirinya mulai mendistribusikan sepatu-sepatunya ke distribution outlet (distro).

 "Kita pernah coba sistem penjualan online dan offline, dua-duanya pernah kita jalanin tapi ternyata penjualannya lebih besar melalui online, jadi kita putusin hanya jual sepatu brodo di website saja," paparnya.

Saat ini, Yukka sudah memiliki 75 karyawan baik yang bekerja full time maupun yang paruh waktu.

Kunci sukses Yukka bisa mengembangkan bisnisnya dalam kurun waktu 3 tahun adalah memperlakukan customer layaknya teman. "Ini mungkin terkesan biasa, tapi percaya deh ketika kita memperlakukan pelanggan kita dengan baik dan menganggapnya sebagai teman, itu bisa bikin mereka nyaman beli barang di kita. Harapannya tentu dengan begitu mereka akan bercerita ke teman-temannya yang lain kalau beli produk di kita itu pelayanannya bagus," ujarnya membocorkan rahasia sukses.

Sepatu Brodo sempat mendapat permintaan dari Jepang dan Amerika Serikat. Namun menurut Yukka prosesnya yang rumit membuat Ia menutup permintaan dari luar negeri. "Karena prosesnya itu ribet banget sekarang kita lagi menutup diri untuk permintaan dari luar negeri," tandasnya. (rzk)

Bisnis Bunga Kamboja Kering Belum Banyak Dilirik

MedanBisnis - Medan. Kalau selama ini, bunga kamboja yang banyak bertaburan di jalanan serta di Tempat Pemakaman Umum (TPU) dianggap tidak bernilai, tetapi bagi Jojo tidak demikian. Warga Jalan Badur Bawah, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun ini menjadikan bunga kamboja sebagai tambahan bagi pundi-pundinya.
Saat ditemui MedanBisnis, di kawasan Jalan Suprapto, tepatnya di samping jembatan Sungai Deli, Jumat (23/5), Jojo mengatakan, bunga kamboja yang dikeringkan ini cukup bernilai jika dirupiahkan. Untuk per kilogramnya, Jojo bisa meraup pendapatan antara Rp 45 ribu hingga Rp 65 ribu.

"Dalam sebulan saya bisa mendapatkan 3 sampai 4 kilogram. Soalnya saya menjalani kegiatan ini hanya sampingan saja," katanya, Jumat (23/5).

Pemuda yang sehari-harinya berprofesi sebagai juru parkir ini belum total untuk fokus menggeluti bisnis bunga kamboja kering tersebut. Usaha sampingannya itu pun dijalaninya bersama seorang rekannya yang punya peranan dan tugas masing-masing.
"Tugas saya hanya menjemur saja. Kalau yang mencari bunga kambojanya ada teman. Jadi hasilnya nanti kami bagi dua," terangnya.

Jojo juga mengatakan, untuk mendapatkan bunga kamboja itu, hanya diharapkan bagi yang sudah gugur saja. Sebab jika dipetik, hasil penjemurannya tidak akan baik terhadap kualitas akhirnya.

"Bunga kamboja ini untuk bahan dasar pembuatan kosmetik dan lotion. Jadi, cukup bernilai. Namun belum banyak orang yang tahu akan kegunaannya," jelasnya.

Jojo menyebutkan, untuk kawasan penduduk yang bermukim di sekitaran kuburan, bisnis itu sudah umum diketahui. Misalnya di kawasan, Kelurahan Sei Mati, Deli Tua, dan Simpang Limun. Mereka setiap harinya berkeliling mencari bunga, lalu menjemurnya seperti yang dilakukan Jojo. "Agen pengumpulnya juga ada, tetapi hanya mau mengambil apabila bunga kamboja keringnya sudah banyak," terangnya.

Jojo menuturkan, kondisi cuaca kerap menjadi persoalan. Karena, keberlangsungan produksi bunga kamboja kering ini sangat bergantung dari penyinaran matahari. "Jika cuaca panas, penjemuran paling tidak memakan waktu hingga satu setengah hari. Kalau mendung bisa berhari-hari, untuk membuatnya betul-betul kering," pungkasnya.(rozie winata)

Peluang Usaha yang Bikin Ngiler: Bisnis Kuliner

 "Kapan pun anda melihat bisnis yang berhasil, seseorang pada suatu waktu telah mengambil keputusan yang berani." (Peter Drucker)

Akhir-akhir ini, saya senang menulis tentang kuliner. Sebagai jomblo tentatif yang pencinta kuliner, saya rutin makan di luar. Rumah makan baru yang enak dengan harga rasional menjadi incaran. Tidak hanya menikmati, saya juga menghitung kalkulasi bisnis kuliner ini. Siapa tahu bisa menaruh salah satu telur di keranjang ini?

Di Pontianak saja, bayangkan, salah satu rumah makan sohor bisa meraup omset 25 juta perhari. PERHARI! Sekali lagi, aasik! Kita tahu bahwa keuntungan rata-rata bisnis kuliner itu 40-50 %. Sudah terbayangkan keuntungan bersihnya. Hampir sebahagian besar warga Pontianak pernah mampir dan menjadi pelanggan rumah makan ini. Tak kenal maka tak kenyang!

Baca Juga: Mie Ayam Enak dan Lezat di Pontianak

Bisnis primer beromset triliunan pertahun ini menarik bagi saya karena aksesibilitas-nya. Tidak peduli anda tinggal di Pondok Indah atau di Pondok Pinang, anda belum akil baligh atau udah aki-aki, anda gadis gemulai atau pria perkasa, anda tak mengecap bangku sekolah berstrata atau doktor bintang tiga—malah mayoritas latar belakang pebisnis kuliner, yang saya kenal, tidak mengenyam bangku sekolah yang tinggi. Semua bisa masuk dan terjun ke bisnis ini, bisnis kuliner. Dan, sukses, insya Allah.

Dengan pendekatan studi jalanan, saya menangkap erat adanya faktor gengsi di balik itu. Dunia kuliner karib dengan dunia keringat. Subuh hari mulai belanja, pagi masak, siang mulai buka, teruuus, malam tutup. Lariss? Belum tentu. Mental harus siap menghadapi gundukan nasi yang belum terjual di dalam keranjang. Dibuang sayang, dipanaskan menekan kualitas. Nah, di sinilah fisik dan mental diuji. Sayangnya, ujian ini tidak diajarkan di perguruan tinggi manapun di dunia.

Nah, bila anda sudah berniat atau sudah memulai terjun ke bisnis kuliner ini, kiat dari buku Restaurant Owners Uncorked: Twenty Owners Share Their Recipes for Success karangan Wil Brawley yang berbagi strategi para pemilik restoran kelas dunia patut dicamkan. Simak rentetannya, meski bukan menggambarkan urutan prioritas.
1. Anda harus berpikir jangka panjang ketika memilih investor. Anggap saja seperti menikah dan membangun keluarga. Ada trust di sana.
2. Anda tak akan pernah memiliki pelanggan yang bahagia, jika Anda tak memiliki karyawan yang bahagia. Pertama, fokuslah pada karyawan Anda. Perlakukan mereka layaknya mitra.
3. Anda harus punya sikap yang menunjukkan penuh keyakinan bahwa bisnis ini pasti berhasil. Hasilnya akan mengagumkan jika tubuh dan pikiran merespon keyakinan Anda. Mestakung!
4. Milikilah spesialisasi hebat pada beberapa hal, bukan keahlian rata-rata pada banyak hal.(Banyak restoran dan rumah makan sukses hanya dari satu menu unggulan saja).
5. Selalu siap bekerja saat orang lain hanya bermain-main dengan bisnis mereka. Fokus dan Serius!
6. Saat merintis, seorang pemilik bisnis akan melalui jalan yang sangat sepi.
7. Kompetisi terbesar bukanlah untuk pelanggan tetapi staf. Jika saat Anda berkompetisi dalam mendapatkan karyawan terbaik dan Anda berhasil, pelanggan Anda akan mengikutinya.
8. Kemitraan 50/50 tidak selalu berhasil. Berusahalah agar Anda bisa memegang lebih dari 50% sehingga Anda selalu membuat keputusan.
9. Singkirkan ego Anda. Pada akhirnya, ini adalah bisnis. Jika Anda melakukan pendekatan mengikuti ego, Anda akan gagal.
10. Jangan melebarkan sayap terlalu cepat karena Anda dapat menghancurkan seluruh bisnis. Banyak rekan yang meninggalkan core business demi bisnis hijau tetangga, akhirnya tak mendapatkan apa-apa. Merpati di tangan lepas karena berharap elang di langit biru.
- See more at: http://yaserace.blogspot.com/2014/05/peluang-usaha-bisnis-kuliner.html#sthash.5l7mjouu.dpuf

Kerajinan Tangan Kalteng Diminati Wisatawan

"Produk kerajinan tangan masyarakat Kalteng sangat bagus terutama dari bahan yang menggunakan rotan, dan harganya relatif terjangkau,"

Skalanews - Produksi kerajinan tangan masyarakat Kalimantan Tengah yang dipamerkan dalam kegiatan Kalteng Expo 2014 diminati banyak wisatawan yang sedang berkunjung ke daerah tersebut.

"Produk kerajinan tangan masyarakat Kalteng sangat bagus terutama dari bahan yang menggunakan rotan, dan harganya relatif terjangkau," kata seorang wisatawan dari Jakarta Riswandi di Palangka Raya, Jumat.

Menurut Riswandi, kualitas produk kerajinan tangan Kalteng tidak kalah dibandingkan dengan daerah lain, bahkan jenisnya juga beraneka ragam.

Produk kerajinan yang paling banyak dibeli oleh masyarakat lokal atau pendatang adalah tas, sepatu dan asesoris lain yang dibuat dari rotan.

Selain itu, lanjut Riswandi, bukan hanya hasil kerajinan tangannya yang bagus, tapi produksi makanan khas Dayak juga rasanya enak terutama amplang dan abon, hanya saja bentuk kemasannya harus ditingkatkan.

"Saya baru pertama kali datang ke Kalteng dan beruntung bisa bertepatan dengan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) yang digelar untuk memperingati HUT Kalteng ke 57, sehingga cukup banyak keanekaragaman budayanya bisa dilihat," ungkapnya.

Tujuan digelarnya FBIM adalah untuk meningkatkan kerja sama dan kebersamaan dengan kabupaten/kota, dalam rangka melestarikan serta menumbuh kembangkan seni dan budaya Kalimantan Tengah, tidak terkecuali melestarikan olah raga tradisional masyarakat Dayak.

Program tahunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tersebut juga upaya memperkenalkan kearifan budaya lokal, dan sebagai wadah bagi seniman untuk dapat menampilkan kreativitas khas masing-masing daerah sehingga dapat memotivasi untuk terus berkreasi dan berprestasi, serta sebagai sarana promosi potensi budaya dan pariwisata kabupaten/kota.

Masyarakat yang datang ke lokasi acara tersebut tidak hanya bisa melihat produk-produk unggulan khas Kalteng, tapi juga bisa menyaksikan Festival Budaya Isen Mulang yang memperlombakan permainan khas suku Dayak seperti Balugu, Habayang, Manyipet serta lomba tari-tarian dan musik khas Dayak.

Ribuan masyarakat setiap harinya selalu memenuhi lokasi kegiatan yang berada di Lokasi Pameran Jalan Temanggung Tilung, Kota Palangka Raya, untuk menyaksikan lomba-lomba dan berbelanja produk-produk yang diunggulkan oleh masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Kalteng. (ant/mar)

Krisis Politik Thailand Peluang RI

MedanBisnis - Jakarta. Krisis politik yang terjadi di Thailand memasuki babak baru, di mana militer mengambilalih kuasa di Negeri Gajah Putih. Beberapa kalangan menganggap ada sisi positif dari hal ini.
Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengatakan, ini akan menjadi peluang bagi Indonesia untuk bersaing dengan Thailand. "Peluang besar bagi Indonesia untuk bersaing sama Thailand," kata Dahlan kepada detikFinance di Kawasan Dago, Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/5/2014). Menurutnya, Indonesia masih lebih baik dibanding Thailand. Tidak hanya di bidang ekonomi, juga dalam hal kebebasan warga negara.

"Itu tidak gampang selesainya, karena ada UUD sana. UUD itu ada pasal menyebutkan, tidak boleh mengkritik kerajaan, mengucapkan sesuatu yang tidak menyenangkan kerajaan. Berarti kita jauh lebih baik. Kemudian, pertumbuhan ekonominya," papar Dahlan.

Saat mengumumkan kudeta militer pada Kamis (22/5), panglima militer Thailand, Jenderal Prayuth Chan-O-Cha, meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Menurut Prayuth, kudeta ini demi mengembalikan kondisi Thailand normal seperti semula.

Dengan adanya kudeta militer, ada sejumlah ketentuan yang diterapkan. Selain membubarkan demonstran, militer juga melakukan sensor pada media massa. Seluruh televisi hanya diperbolehkan menyiarkan materi dari militer. (dtf)

Kisah Inspiratif Ella V. Brizadly Jadi Wirausaha Plus Full Time Mother

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berangkat dari nalurinya sebagai ibu yang ingin selalu dekat dengan keluarga di rumah,  Ella V. Brizadly akhirnya berani meninggalkan pekerjaannya.

Padahal kala itu, karier Ella sedang gemilang-gemilangnya. Jabatannya yang sudah selevel manajer di sebuah perusahaan tambang terkemuka nasional membuatnya berhak menikmati berbagai fasilitas mewah dari kantor. Namun fasilitas tersebut tak menghalangi tekadnya menjadi full time mother.

"Karena saya yakin, the enemy of great life is a good life," katanya di acara bincang-bicang "Inspirasi Wirausaha Perempuan Indonesia dengan Mengembangkan Kebudayaan Indonesia" yang digelar BII dan Sukma Inspirasi di Galeri Indonesia Kaya, Jumat (23/5/2014).

Tapi, Ella tidak ingin sepenuhnya menjadi pengangguran. Meski di rumah menjalani perannya sebagai full time mother, ia ingin tetap berkarya, menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi, sehingga tidak terlalu bergantung pada penghasilan suami.

Gemar mengoleksi berbagai jenis kain tradisional, akhirnya Ella mencoba memanfaatkan hobinya itu untuk berwirausaha.

Kain-kain tersebut diolahnya menjadi berbagai pilihan tas dan sepatu bergaya kekinian. Jenis kainnya cukup beragam mulai dari tenun, batik, songket, dan ikat.

"Saya pikir sayang kan kalau disimpan terlalu lama. Takutnya rusak," ujar Ella.

Selain itu, fakta bahwa kain-kain tersebut kehilangan pamor di negeri sendiri juga memotivasinya. Menurut pengamatannya, kesan tua dan kuno masih kuat melekat pada citra kain tradisional sehingga tidak "ramah" bagi segala kalangan.

Oleh sebab itu, Ella ingin sekali menciptakan karya yang cocok untuk segala kelangan, mulai dari muda hingga tua. Dengan demikian, kain tradisional pun diharapkan kembali mendapat tempat di hati masyrakat Indonesia.

Singkat cerita, karya Ella mendapat respon positif. Dimulai dari teman dekat, pembelinya lalu kian beragam.

Akhirnya, pada 2011, Ella memantapkan diri dengan mendirikan label PRibuMI.Label ini menawarkan pilihan desain tas dan sepatu yang bergaya modern dan edgy  dengan sentuhan bahan kulit.

Untuk mengentalkan kesan Indonesia, Ella menamakan koleksi tasnya dengan nama pulau di Indonesia. Adapun koleksi sepatunya diberi nama kota-kota di Indonesia.

Internet mulanya menjadi wadah Ella berjualan. Pembeli dapat memesan sepatu atau tas secara khusus dengan masa pembuatan maksimal dua minggu.

Setelah online, Ella mulai merambah offline dengan mendirikan Kampung PRibuMI yang berlokasi di kawasan Pondok Cabe.

Berdiri di atas lahan seluas 2.000 meter persegi, Kampung PRibuMI one terdiri dari berbagai macam area.

Selain galeri, tempat Ella memamerkan karyanya, di situ juga ada kafe, workshop, dan bahkan tempat tinggal para perajin.

"Di galeri, pembeli juga bisa bongkar is lemari berisi kain untuk pesanan mereka," katanya.

Pesanan yang terus meningkat mendorong Ella untuk lebih kreatif. Semakin beragam pula kain tradisional yang ia eksplor. Untuk kain, Ella banyak mengambil dari perajin lokal.

Tak disangka, Ella sering mendapat ucapan terima kasih dari para perajin karena kerajinan kain di daerah mereka kembali bergairah berkat permintaannya itu.

Atas usahanya itu pula Ella mendapat penghargaan sebagai Tokoh Inspirasi Wirausaha Perempuan Indonesia dari Sukma Inspirasi dan Bank BII.

Ia dinilai sukses mengembangkan potensi budaya lokal, sekaligus mengedukasi masyarakat luas bahwa budaya tradisional juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi jika diolah, dikelola, dan diproduksi dengan baik. Selain Ella, penghargaan tersebut juga diberikan kepada Okke Hatta Rajasa dan Elvara Subykato.

UKM Terbuka Peluang Masuk Pasar Modal

INILAHCOM, Jakarta - Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memasuki pasar modal. Bukti pertumbuhan UKM mampu memenuhi konsumsi dalam negeri.

Pegiat Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang juga pendiri Cita Tenun Indonesia (CTI), Okke Hatta Rajasa mengaku gembira dengan pertumbuhan UKM di Indonesia yang sudah masuk pasar modal.

"UKM telah mampu memenuhi konsumsi dalam negeri secara mandiri. Ini merupakan bukti nyata dari keberhasilan UKM Indonesia dalam memasuki pasar modal," ujar Okke dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/5/2014).

Okke menyebutkan UKM yang bergerak dalam bidang usaha tekstil termasuk tenun, merupakan bentuk usaha yang mampu menyerap tenaga kerja. "Saya juga ingin mewujudkan UKM Indonesia yang solid dan mampu memberikan dampak nyata terhadap lingkungan sekitarnya," kata Okke.

Okke meyakinini, UKM Indonesia mampu bersaing dengan negara lain. Untuk itulah, CTI senantiasa mendukung pertumbuhan UKM melalui berbagai 3 program utama, yaitu program pelestarian, program pelatihan, dan program pemasaran. Program-program yang berkelanjutan seperti ini secara langsung membantu perekonomian mandiri dari para entrepreneur tersebut.

“Saya dan CTI percaya bahwa kekuatan perekonomian suatu bangsa akan terbangun naik dengan baik jika dilakukan secara mandiri tanpa ketergantungan pada pihak asing,” jelas Okke yang juga istri cawapres Hatta Rajasa ini. [hid]

Pemerintah Dorong Pasar Modern Serap Produk UKM

Purwokerto - Pemerintah terus mendorong pasar modern untuk menyerap produk-produk usaha kecil menengah (UKM). Salah satunya melalui Pameran Pangan Nusa dan Produk Dalam Negeri Regional 2014.

"Dalam pameran ini akan ada perwakilan dari pasar modern yang mencari produk-produk yang dinilai bisa masuk ke pasar mereka," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di sela-sela acara Pameran Pangan Nusa dan Produk Dalam Negeri Regional 2014 di Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat (23/5)

Bayu menjelaskan sesungguhnya yang menjadi sedikit kendala adalah terkait dengan kualitas produk-produk UKM itu sesuai dengan kriteria pasar modern atau tidak. Adapun yang menjadi indikator adalah para konsumen sebagai pembeli terakhir.

"Saya banyak memberikan saran untuk para pengusaha yang mengikuti pameran itu, baik dari sisi kemasan ataupun rasa asli dari produk-produk yang ditampilkan, karena hal-hal seperti itu harus bisa mengikuti selera dan kebutuhan pasar modern," kata Bayu.

Dalam pameran tersebut, lanjut Bayu, pemerintah memberikan peluang bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan jaringan kepada pelaku usaha di masa mendatang.

"Ada ritel terbesar, mereka kita undang, dan jika tidak datang mereka yang rugi karena pada pameran ini merupakan tempat untuk melihat produk-produk yang memiliki kualitas," kata Bayu.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Srie Agustina, mengatakan pameran tersebut merupakan wadah untuk melihat produk-produk UKM yang memiliki potensi untuk masuk ke pasar modern.

"Silakan pilih, saya lihat ada beberapa produk UKM yang memang pantas untuk masuk di ritel modern. Dan jika mereka merasa perlu ada yang ditingkatkan seperti kemasan, kita akan bantu," ujar Srie.

Sekitar 100 UKM yang turut berpartisipasi dalam pameran tersebut. Rinciannya, 50 UKM sebagai peserta Pameran Pangan Nusa dan 50 UKM lainnya merupakan peserta dari Pameran Produk Dalam Negeri Regional.

Dalam pameran tersebut, sebanyak 11 provinsi turut berpartisipasi sebagai peserta, di antaranya adalah Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan dan Papua Barat.

Penulis: /WBP

Sumber:Antara

APMPMI akan Perkenalkan Pasar Modal ke UKM

"Sejauh ini, sektor usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia memiliki kontribusi hingga 57,12 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia..."
Skalanews - Aliansi Profesional Muda Pasar Modal Indonesia (APMPMI) akan memperkenalkan pasar modal kepada pelaku usaha kecil menengah untuk mendorong proses pengembangannya.

"Sejauh ini, sektor usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia memiliki kontribusi hingga 57,12 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, namun pengembangan UKM memang masih banyak kendala," kata Ketua APMPMI Panca Prejapar di Jakarta, Jumat (23/5).

Panca mengemukakan bahwa salah satu kendalanya yakni akses permodalan dan pembiayaan UKM. Padahal untuk mengembangkan sektor UKM sebagai pilar ekonomi Indonesia masih membutuhkan jalur sumber pendanaan yang lebih banyak.

Selain itu, lanjut dia, masih minimnya informasi serta edukasi mengenai peran atau fungsi lembaga keuangan terutama pasar modal untuk sektor UKM.

"Melalui pasar modal Indonesia sebagai salah satu tempat yang dapat diakses oleh para UKM dari sisi permodalan. Kedepannya APMPMI akan aktif mengedukasi masyarakat khususnya UKM tentang industri pasar modal serta potensi akses permodalannya," ucapnya.

Panca menambahkan bahwa APMPMI juga siap untuk menjadi fasilitator antara dunia UKM dan industri pasar modal agar impian terbukanya akses permodalan bagi UKM dapat tercapai.

"Pertumbuhan UKM di Indonesia harus terus didorong seiring dengan potensi pertumbuhan yang masih terbuka," katanya.

Ia mengemukakan bahwa data terakhir kementerian Koperasi dan UKM mencatat adanya pertumbuhan UKM dari tahun 2011 ke 2012 sebesar 2,41 persen berdasarkan indikator unit usaha, sementara berdasarkan indikator tenaga kerja, tumbuh sebesar 5,83 persen. (bus/ant)

Menjaga Kepercayaan Pelanggan adalah Salah Satu Strategi Bisnis

Mohamad Royan Efendi(35) merupakan salah satu pengusaha sukses di Indonesia yang memilih untuk fokus pada pengembangan bisnis online. Bisnis yang kini ia jalankan bukanlah sebuah langkah mudah untuk didapatkan. Pria lulusan S1 studi Islam yang saat ini sedang menempuh S2 Pendidikan Bahasa Inggris di Unisma Malang ini juga pernah menjadi seorang guru, sebelum pada akhirnya ia menemukan passion pada dunia bisnis online. Dan banyak kisah inspiratif yang beliau bagikan kepada para pembaca Mebiso. Dan berikut ini ulasannya:

Selamat sore Bapak Royan, bisa diceritakan terlebih dahulu apa itu Gradientbox.net?

Nama toko online saya GradientBox. Dari dulu saya suka kata ‘box’, terdengar keren. Ketika mencari nama, saya mencoba memasangkannya dengan kata yang mempunyai konotasi warna (karena produk yang saya tawarkan alat-alat printing). Semua warna sudah terpakai oleh orang lain. Akhirnya ketemu satu nama ‘gradient’. Dan untuk bisnis ini produk yang paling banyak dicari sampai saat ini adalah Mesin cutting sticker.

Latar belakang dari bisnis ini sendiri yaitu ketika saya bekerja sebagai online advertiser. Saya melihat pemasaran berbasis internet berdampak sangat kuat. Sekali kita memasang sesuatu di dunia maya, tentu dengan factor SEO yang tepat, ia berkesempatan dilihat oleh entah berapa juta orang pengakses internet. Itu yang membuat saya sangat tertarik untuk menggeluti bisnis online.

Strategi pemasaran seperti apa yang Bapak terapkan pada bisnis Bapak ini?

Tidak banyak langkah yang saya ambil. Saya fokus pada metode SEO yang tepat, karena di situlah salah satu kunci terpenting bisnis online. Saya juga lumayan aktif mengikuti forum-forum di jejaring sosial yang berisi komunitas orang-orang yang menjalankan usaha menggunakan perangkat seperti yang saya jual. Untuk lingkup pembeli, dalam catatan saya mulai dari Aceh sampai Papua sudah pernah ada orang yang membeli produk yang saya jual.

Bagaimana kiat Bapak dalam menyeimbangkan harga dengan kualitas produk yang Bapak jual?

Saya menjual produk China. Kalau kualitasnya dibilang ‘sangat bagus’ tentu tidak, tapi ‘cukup’. Dan sampai saat ini, untuk alat-alat percetakan memang produk China lah yang paling banyak beredar dan diminati pasar Indonesia. Mungkin karena harganya yang terjangkau dibanding produk Jepang atau Eropa dan produsen Asia Pasifik lainnya (Australia/Amerika) yang bisa sampai dua atau tiga kali lipat. Untuk harga, saya mengikuti harga umum pasar saja.

Nah, sebelum lanjut nih Pak. Bagaimana cerita awal Bapak saat mulai masuk ke dunia enterpreneur ini?

Tadinya saya seorang guru honorer di SMA swasta kecil, kemudian saya pindah ke Surabaya dan sempat menjadi instruktur di sebuah English course. Meskipun siswanya dari kalangan menengah ke atas, tapi gaji yang saya terima kecil. Saya sebetulnya cinta profesi guru, tapi mengajar anak-anak orang kaya dengan gaji tidak memadai bagi saya benar-benar tidak menemukan apa yang saya cari disana. Dalam arti kata pengabdian sebagai guru bagi saya adalah ketika mengajar siswa tidak mampu, menularkan ilmu, serta men-support mereka agar mempunyai kepercayaan diri dan mau bercita-cita, finansial yang memadai juga tidak.

Terus untuk apa saya bertahan? Saya juga berpisah dengan pasangan hidup saya, yang kemudian mendorong saya untuk memulai segala sesuatunya kembali, termasuk saya ingin mencoba pekerjaan yang benar-benar baru. Kemudian saya pindah kerja di sebuah toko alat percetakan sebagai online advertiser. Dari situ saya amati pola bisnis berbasis internet marketing, kemudian saya kenal dengan seorang supplier, lalu mengawali bisnis ini menggunakan blog, dan sekarang website. Alhamdulillah bisnis online saya mulai menunjukkan hasil seperti sekarang.

Wah, lalu apa yang menurut Anda sudah Anda korbankan untuk menjadi enterpreneur ini?

Apa ya? Yang paling umum mungkin secara psikologis kita akan sempat mengalami kecemasan karena akan tidak mempunyai fixed income. Ada juga semacam kita mempertaruhkan status sosial, dimana di tengah masyarakat yang mindset-nya seperti masyarakat kita ini, orang dianggap ‘bekerja’ jika kelihatan tiap hari ‘bekerja’, kalau perlu kelihatan mempunyai rutinitas kerja. Sementara berbisnis online, mungkin kita tidak kelihatan seperti bekerja. Sempat beberapa teman melihat keseharian saya setiap ketemu selalu menanyakan apakah saya sudah bekerja lagi atau belum (padahal mereka tahu saya menjalankan bisnis online).

Jika menurut Bapak, sentuhan apa yang membedakan bisnis Bapak dengan bisnis lain yang punya konsep sama?

Jika kita mau, mudah sekali kalau kita mau melakukan penipuan di internet. Dan jika kita mau, meskipun kita telah menjadi seller besar, mudah sekali kita mengecewakan konsumen. Saya memegangi satu prinsip bahwa marketing adalah bagaimana kita memuaskan konsumen, bukan bagaimana kita bisa menjual. Ketika konsumen puas, itulah makna marketing yang sesungguhnya. Saya selalu mencoba membangun komunikasi yang akrab dengan customer saya, memberikan informasi yang seterbuka mungkin menyangkut kualitas, spesifikasi, detail fisik produk, ketentuan garansi, dan lainnya. Saya cenderung menghindari potensi masalah dari hal-hal seperti itu. Saya juga tetap merespon positif calon customer yang setelah beberapa kali mengontak saya kemudian membatalkan pembelian. Bagi saya ketika mereka merasa telah dilayani dengan baik, itu adalah kredit poin yang sangat penting untuk bisnis saya. Saya juga beberapa kali memberikan cashback karena saya telah missed dalam menjelaskan suatu produk, sehingga pembeli merasa kualitas atau spesifikasi barang tidak sesuai dengan yang saya janjikan. Kadang cashback juga saya berikan ketika pengiriman dari saya ke agen ekspedisi telat. Saya yakin bahwa berusaha memberi pelayanan yang baik tidak akan membuat kita rugi, itu saja.

Benar sekali Pak, karena bagaimanapun customer adalah aset berharga sebuah bisnis. Dan prestasi apa saja yang sudah pernah Bapak dapatkan selama menjalani bisnis ini?

Saya senang setiap kali dapat keuntungan, itu pasti. Tapi lebih senang lagi kalau customer saya puas. Ketika saya dapat untung, tapi karena satu atau dua hal ada masalah yang belum terselesaikan dengan customer saya, itulah hari-hari saya yang paling tidak bahagia bagi saya.

Nah, menurut Bapak pengalaman paling berkesan apa yang pernah Anda alami selama menjalankan Gradientbox.net ini?

Tidak ada yang paling berkesan, karena pengalaman berkesan itu saya alami setiap kali saya deal, pelanggan saya puas, dan saya bisa membuktikan kepada pelanggan saya bahwa saya seller yang bisa dipercaya. Saya selalu terkesan dan tadinya setengah heran, kenapa ketika barang diterima customer, kebanyakan mereka sms atau telepon mengabarkan bahwa barang sudah mereka terima sesuai pesanan sambil mengucapkan terima kasih. Lho, bukannya saya yang seharusnya berterima kasih. Saya memperoleh jawabannya ketika beberapa waktu lalu saya tertipu membeli barang via online (aneh, penjual online kena tipu hehe). Namun itu memberikan pengalaman yang luar biasa bagi saya, betapa mahalnya arti sebuah kepercayaan konsumen di dunia jual beli maya.

Bagaimana Anda menilai ruang lingkup market yang ada saat ini?

Usaha percetakan dengan berbagai skala, besar maupun kecil, berpotensi untuk muncul di setiap kota (saya melihat potensinya sampai pada tingkat setiap kota kecamatan di Indonesia).

Lalu apa tantangan dan kendala yang pernah Anda hadapi dan bagaimana Anda mengatasinya?

Ketika menghadapi penjual yang mereka temui di internet, perilaku calon konsumen sangat bervariasi. Ada yang mudah percaya, ada yang sulit percaya. Tapi Alhamdulillah, saya cenderung berhasil menawarkan mekanisme pembelian yang bisa diterima oleh pertimbangan akal sehat calon konsumen. Misalnya, ketika calon konsumen saya ragu, saya persilahkan dia mencari agen pengiriman yang mempunyai cabang di Surabaya, menghubungi mereka sendiri, barang kami antar ke agen pengiriman yang mereka tunjuk di Surabaya, dicek, kondisi barang sesuai kesepakatan, uang ditransfer, barang dikirim. Selama bisa dilakukan, cara ini menurut saya lebih efisien untuk bisnis online skala kecil dan menengah, dibandingkan dengan mekanisme rekber.

Apa nih rencana Bapak kedepannya untuk mengembangkan bisnis ini?

Arah pengembangan saya adalah menjadi penjual dengan marketing berbasis internet yang sepenuhnya profesional, seperti mengantongi sertifikasi toko online, website berdomain co.id, dan semacam itu. Saya juga ingin suatu saat bisa total menerapkan manajemen pemasaran yang berdampak signifikan terhadap brand-imaging saya. Contoh kecil, misalnya merchandise. Cinderamata itu murah, tapi saya heran tidak banyak pelaku bisnis online yang melakukannya. Padahal dampaknya untuk membesarkan brand menurut saya luar biasa.

Lalu siapa tokoh atau quote apa yang menjadi motivator Anda dalam menjalankan bisnis ini?

“You must fall in love with what you do, because being an entrepreneur is a lot of hard work, and overcoming a lot of adversity. From that love will come the dedication that will get you out of bed at 4 a.m. because of a great idea you just had and get you to work till 11 p.m. and not feel tired.”

Kau harus jatuh cinta dengan apa yang kau lakukan, karena menjadi wirausahawan berarti segudang kerja keras dan tantangan. Dari cinta itu akan tumbuh dedikasi yang mampu membuatmu bangun jam 4 pagi karena suatu ide besar yang kamu temukan, dan memberimu kekuatan untuk bekerja sampai jam 11 malam tanpa merasa lelah. By Ken Field

Nah, saran terbaik apa yang dapat Anda berikan seputar dunia enterpreneur kepada para pelaku dunia bisnis lainnya?

Kadang kita sulit menemukan ide untuk berwirausaha. Kadang juga kita telah menemukan ide, namun merasa enggan memulainya. Bisa jadi itu karena kita belum ‘tahu’ apa yang akan kita lakukan. Tidak ada salahnya ketika kita mengetahui ada potensi pada suatu bisnis, kita terlibat langsung dulu didalamnya, bahkan bekerja sebagai karyawan pun tidak masalah. Saya telah mempresentasikan peluang bisnis online kepada banyak teman saya. Tapi tak ada satu pun yang memulai sampai detik ini. Mungkin karena mereka belum benar-benar tahu, atau kadang tahu saja tidak cukup, tapi harus pernah terlibat langsung karena itu akan mempengaruhi tingkat konfidensi kita.

Untuk yang terakhir nih Pak. Apa Bapak ingin berbagi tips seputar bisnis online kepada para pelaku dunia bisnis?

Bisnis online memiliki potensi yang sangat bagus. Beberapa ahli memprediksi jual-beli online akan merebut mekanisme jual-beli barang dalam prosentase yang cukup besar di masa yang akan datang. Jika Anda telah menjalani bisnis online sekarang, website adalah jendela pertama dimana calon pembeli akan membangun kesan mereka terhadap kita.

Pilihlah penyedia web dengan layout yang bagus. Saya akui JagoanStore adalah salah satunya. Gunakan bahasa yang tertata, santun, dan tidak bombastis. Hargailah hak intelektual menyangkut konten. Namun di atas itu semua, membangun kepercayaan customer adalah pilar utama bisnis kita.

Carrefour Incar 300 Produk UKM

Skalanews - PT Carrefour Indonesia mengincar kurang lebih sebanyak 300 produk pangan unggulan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berpartisipasi dalam Pameran Pangan Nusa 2014.

"Untuk pameran ini kami akan fokus ke produk pangan, targetnya kurang lebih sebanyak 200-300 produk UKM potensial yang bisa kita serap," kata Head of Public Affair PT Carrefour Indonesia, Satria Hamid, di sela-sela Pameran Pangan Nusa 2014 di Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat malam.

Satria mengatakan, pameran tersebut merupakan kesempatan yang sangat baik bagi perusahaannya untuk mencari dan menyerap produk-produk unggulan dari UKM yang sesuai dengan kriteria produk yang diperdagangkan dalam pasar modern.

"Ada beberapa produk yang sesuai dengan standar kita, namun tantangannya adalah bagaimana produk UKM itu bisa memenuhi pasokan, karena untuk ritel seperti kita tidak mungkin ada kekosongan barang," ujar Satria.

Dikarenakan adanya tantangan tersebut, lanjut Satria, pihaknya menyarankan apabila produk UKM yang akhirnya terserap itu tidak perlu langsung dipasok ke seluruh toko di Indonesia, melainkan di kawasan regional saja terlebih dahulu.

"Seperti contohnya untuk produk-produk yang ada di sini, kita pasok dulu ke Yogyakarta, diperkuat dan diperbesar pasarnya. Setelah itu baru bisa melakukan penetrasi ke toko lainnya, satu demi satu terlebih dahulu," ujar Satria.

Memang, lanjut Satria, keputusan untuk menyerap produk UKM tersebut tidak bisa dilakukan secara instan, dan diharapkan produk-produk yang ditampilkan merupakan produk dari UKM unggulan daerah yang dinilai memiliki kesiapan lebih.

Satria menganggap bahwa pameran tersebut merupakan ajang yang bagus di mana pihaknya tidak perlu datang ke berbagai daerah untuk mencari produk UKM yang berkualitas, namun hanya dengan mendatangi satu tempat bisa mendapatkan hasil maksimal.

"Jadi implementasi untuk 80 persen produk yang dijual wajib buatan dalam negeri itu bisa berjalan alami, dan sesuai dengan kebutuhan pasar," ujar Satria.

Kementerian Perdagangan pada tahun 2013 mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan No. 70/M-DAG/PER/12/2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, yang mewajibkan pusat perbelanjaan dan toko modern untuk menjual 80 persen produk lokal atau buatan Indonesia.

Beberapa ketentuan lainnya yang diatur dalam Permendag tersebut antara lain outlet atau gerai toko modern yang dimiliki dan dikelola sendiri (company owned outlet) paling banyak 150 outlet/gerai, kewajiban pusat perbelanjaan menyediakan atau menawarkan "counter image" atau ruang usaha untuk pemasaran barang dengan merek dalam negeri.

Selain itu, toko modern dapat menjual barang pendukung usaha utama paling banyak 10 persen serta barang merek sendiri paling banyak 15 persen dari keseluruhan jumlah barang yang dijual di outlet/gerai toko modern, dan pelarangan minimarket menjual barang produk segar dalam bentuk curah, dan bagi minimarket yang berlokasi di sekitar permukiman penduduk, tempat ibadah, terminal, stasiun, rumah sakit, gelanggang remaja dan sekolah dilarang menjual minuman beralkohol. (ant/mar)

Indosat Ikut Terjun ke Bisnis E-Commerce

(ISAT) Alexander Rusli mengakui pihaknya akan segera meluncurkan layanan e-commerce terbarunya dalam kuartal II-2014. Saat ini, platform untuk layanan tersebut sudah dalam keadaan siap.

"Ada beberapa company yang mau dibeli oleh beberapa perusahaan luar negeri. We successfully incubating some company," kata Alexander usai RUPST di Kantor Pusat Indosat, Jakarta, Kamis (22/5/2014).

Alexandar mengungkapkan, layanan e-commerce yang akan dilakukan berbentuk market place, di mana perseroan diagendakan akan menjual produk makanan terlebih dahulu. Lebih lanjut dia mengatakan, layanan e-commerce tidak dilakukan melalui kerjasama dengan perusahaan seperti Rocket Internet.

"Kita kerjasama dengan mereka, tapi bukan berarti apa yang enggak di punya Rocket kita enggak boleh launch. Ini eksklusif. Bukan makanan seperti itu, makanan kering dulu lah. Model-model seperti itulah," ungkapnya.

Akan tetapi, Alexander masih belum mengungkapkan berapa investasi yang dikeluarkan perseroan mengenai hal tersebut. "Enggak mau, itu banyak partner lainnya, nanti mereka marah lagi," pungkasnya. (rzy)

Google Bakal Luncurkan Perangkat Wi-Fi untuk UKM

TEMPO.CO, California - Google berencana meluncurkan peranti keras dan lunak untuk menunjang koneksi Wi-Fi bagi perusahaan berskala kecil dan menengah (UKM). Sebuah dokumen yang ditampilkan blog bernama The Information melaporkan adanya penunjukan pihak yang dipercaya oleh Google untuk menangani proyek ini.

Dokumen tersebut menyebutkan Google akan mengembangkan akses peralatan Wi-Fi dan peranti lunak berbasis situs untuk menunjang keperluan bisnis. "Sayangnya, tidak disebutkan rincian harga yang ditawarkan Google," tulis Reuters, Kamis, 22 Mei 2014.

Meskipun tidak merinci harga peralatan itu, blog itu menyebutkan cara mengaksesnya. Pengguna harus memiliki akun Google dan bersedia membagi informasi mengenai perusahaannya. Informasi ini berkaitan dengan target pengiklan.

Dalam dokumen ini juga disebutkan Google berencana membagi data kepada para investor untuk mengetahui kebiasaan konsumen. "Belum dipastikan apakah raksasa Internet ini akan membagi banyak hal atau tidak," tulis blog tersebut.

Adapun target Google dalam membangun layanan ini antara lain restoran, klinik, dan pusat kebugaran. Blog The Information menyebutkan layanan nirkabel tersebut bisa dinikmati mulai pertengahan tahun ini.

Sebelumnya, Google bermitra dengan Microsoft, Chormecast, Time Warner, dan Charter untuk memperluas layanan Wi-Fi. Layanan yang diberi nama Wi-Fi Forward ini diciptakan untuk menunjang koneksi Internet publik di Negeri Abang Sam. Masyarakat Amerika Serikat sangat menggemari penggunaan Internet via Wi-Fi di tempat umum ketimbang memanfaatkan paket data.

UKM Diimbau Masuk Koperasi agar Lebih Kuat

TRIBUNNEWS.COM,  SURABAYA -- Kementerian Koperasi dan UKM mengharapkan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk bergabung dalam koperasi. Saran ini merupakan salah satu terobosan agar UKM lebih kuat.

UKM yang kuat saat ini dibutuhkan karena tahun 2015 nanti Indonesia masuk dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). UKM yang tergabung dalam koperasi akan lebih kuat dibandingkan berdiri sendiri. Kekuatan itu antara lain di akses permodalan dan pemasaran produk.

Kepala Bidang Distribusi Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM RI M Rudi mengatakan, perajin atau pelaku usaha di skala kecil dan menengah tidak cukup hanya tergabung dalam asosiasi.

"Kalau asosiasi itu terkait kebijakan, namun untuk pengembangan bisnis UKM bisa bergabung di koperasi, agar lebih kuat. Lembaga pemberi dana baik pemerintah maupun perbankan, juga akan lebih mudah menyalurkan dana kepada koperasi dan koperasi yang menyalurkan ke UKM," ujar Rudi usai seminar bertema 'Strategi UKM Bersaing Menghadapi Kompetisi Global Menjelang Masyarakat Ekonomi Asean 2015' di Surabaya, Kamis (22/5/2014).

Rudi mencontohkan lembaganya sendiri yang memiliki sejumlah dana untuk diberikan kepada pelaku usaha kecil dan koperasi. Dana bantuan sosial untuk UKM, misalnya, setiap tahun mencapai Rp 240 miliar.

Jika UKM tergabung dalam koperasi, maka pemberian bantuan itu akan lebih mudah dan mengena. Apalagi, dengan adanya UU Koperasi yang baru, maka peran dan tugas koperasi akan makin fokus.

"UKM yang memproduksi kerajinan bisa ikut koperasi produsen, untuk UKM makanan dan minuman bisa ikut koperasi jenis konsumen. Koperasi akan membantu permodalan sampai pemasaran," tegasnya.

Strategi itu kini yang gencar dikampanyekan oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Selain itu, pelatihan peningkatan produk UKM juga terus dilakukan. Pelatihan juga menyangkut manajerial di tingkat UKM.

Rudi menambahkan, tidak semua pelaku UKM memiliki manajerial dan produk yang bagus. Ia mengakui UKM yang memproduksi kerajinan (handicraft) saja yang saat ini terbilang unggul dari keseluruhan kelompok produksi UKM di Indonesia. Kementerian mencatat kini ada 56 juta UKM di Indonesia.

10 persen dari 56 juta itu memproduksi handycraft. Dan Rudi menegaskan produk handicraft UKM Indonesia berkualitas unggul dibandingkan dari negara lain di Asean.

"Karenanya  tahun ini kami mendongkrak bisa tumbuh sampai 30 persen untuk handicraft, apalagi handicraft Indonesia ini banyak yang diekspor dan menghasilkan devisa," imbuhnya.

Karenanya, dalam seminar yang dihadiri pelaku UKM di Jatim itu, Rudi menghimbau agar mereka berjejaring, satu di antaranya melalui koperasi. (Sri Wahyunik)

10 Hal yang Dibutuhkan untuk Menjadi Pemilik Bisnis yang Sukses


Sebuah bisnis yang mampu mencapai sukses tentu tidak terlepas dari bagaimana pemimpinnnya bekerja dan memberikan hidupnya untuk bisnis tersebut. Ini yang juga membuat seseorang mampu dijuluki sebagai seorang pemimpin bisnis yang sukses. Namun kesuksesan ini bukanlah hal yang mudah untuk didapatkan. Ada banyak yang harus dilakukan dan dimiliki oleh seseorang saat mereka ingin menjadi seorang pemilik bisnis yang sukses. Berikut ini adalah hal yang mereka butuhkan untuk bisa menjadi pemilik bisnis yang sukses, dan manakah yang sudah Anda berikan untuk perjalanan bisnis Anda sebagai seorang pemimpin?
1. Ketegasan

Sebagai seorang pemilik bisnis dan pemimpin perusahaan, kita diharuskan memiliki rasa yang kuat, bahkan sekalipun untuk sebuah tim kecil. Rasa disini dapat berupa ketegasan kita dalam mengambil dan memutuskan sesuatu. Karena bagaimanapun setiap pemilik bisnis akan selalu dihadapkan dengan berbagai keputusan sulit setiap harinya. Pemilik bisnis juga harus mampu mendengarkan nasehat yang diberikan kepadanya, sekalipun itu dari karyawan. Ia juga harus memiliki pikiran yang terbuka untuk setiap masalah, agar mampu mencari solusi untuk masalah yang dihadapinya.
2. Kreativitas

Dalam menjalankan sebuah bisnis, tentu ada hal yang tidak boleh dilewatkan oleh pemilik bisnis sekalipun. Hal itu adalah kreativitas dalam menciptakan ide – ide baru untuk bisnis mereka. Setiap pemilik bisnis harus memiliki ide yang bukan hanya sekedar unik, tapi juga inovatif yang terkadang juga didapatkan dari luar pemikiran mereka sendiri. Pemilik bisnis juga harus mampu mencari solusi untuk setiap masalah yang ia hadapi dan tidak dimiliki oleh orang lain. Intuisi kreatif sangat penting dalam membangun pondasi bisnis yang sukses. Mereka harus mampu memiliki ide yang besar dan solusi yang unik dan dikemas dalam sebuah cara yang cerdas.
3. Keberanian

Siapapun yang telah memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis, tentu harus memiliki rasa berani yang tinggi. Karena bisa dibilang dunia bisnis tidak semudah dan seramah dengan apa yang banyak dibayangkan. Setiap pemilik bisnis harus memiliki sikap berani, baik dalam mengambil keputusan ataupun mencari cara sekalipun itu dirasa tidak mungkin untuk dilakukan. Setiap pemilik bisnis harus berani mengambil resiko yang telah diperhitungkan dari apa yang mereka putuskan.
4. Semangat

Tidak ada yang bisa mengurangi kinerja sebuah perusahaan kecuali mereka mengurangi semangat mereka sendiri. Ini juga harus dimiliki oleh seorang pemilik bisnis. Jika kita ingin sukses dalam membangun sebuah bisnis, hal yang paling dan harus dilakukan adalah menumbuhkan rasa ingin sukses dan semangat yang besar. Ini lebih cenderung pada pemikiran positif yang dimiliki oleh pemilik bisnis. Karena ketika mereka memulai bisnis benar – benar dari bawah, dan mereka bersemangat untuk membangun bisnis tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa bisnis itu akan bisa berkembang dan membawanya menggapai kesuksesan.
5. Akal

Terkadang apa yang kita kerjakan dan dapatkan berada diluar rencana yang sebelumnya kita buat. Itu sebabnya siapapun pemilik bisnis harus mampu berfikir dan bereaksi dengan cepat terhadap satu situasi yang tidak diduga sebelumnya. Ini tidak membuat kita harus mampu berfikir apa yang akan terjadi di awal. Tapi yang jelas adalah kita harus memiliki pemikiran untuk selalu siap dalam menghadapi ujian dalam bisnis kita suatu saat nanti.
6. Kejujuran

Kejujuran menjadi salah satu kunci kesuksesan setiap orang, siapapun dan apapun pekerjaannya. Karena saat kita sudah mulai tidak jujur dalam bekerja, maka bersiaplah untuk mendapatkan masalah dari apa yang kita perbuat sebelumnya. Kejujuran ini bisa dimulai dari diri sendiri, rekan kerja, karyawan, pelanggan, provider atau yang lainnya. Jangan memberikan janji atau menetapkan tujuan yang belum benar – benar Anda yakini dapat dicapai. Kitapun juga tidak bisa memberikan janji terhadap pelanggan melalui promosi yang kita lakukan.
7. Sosialisasi

Menjadi seorang pemilik bisnis bukan hanya harus mampu mengembangkan bisnisnya secara terus menerus sekalipun sudah dikatakan sukses. Tapi mereka juga harus mampu mengambangkan komunikasi mereka dengan sesama pemilik bisnis atau orang – orang lain sekitarnya. Karena bagaimanapun sosialisasi dalam kehidupan sungguh sangat dibutuhkan. Sekalipun Anda sudah menjadi seorang pengusaha sukses, tapi Anda tentu membutuhkan seorang rekan, relasi dan juga teman untuk berbagi. Ini nantinya akan membantu kita dalam mempromosikan bisnis kita dengan lebih mudah.
8. Dedikasi

Menjalankan sebuah bisnis bukanlah sebuah tugas yang bisa kita lakukan di tengah – tenagh jalan. Jika kita memang ingin sukses membangun sebuah bisnis, maka kita harus mampu dan mau untuk mencurahkan segenap waktu, tenaga dan pikiran kita untuk bisnis ini. Kita memang harus berusaha mengoptimalkan setiap jadwal kerja dengan tidak mengganggu keseimbangan kehidupan pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Tapi tetap pastikan kita untuk bisa fokus dalam pencapaian target harian, minggu dan bulanan.
9. Berpikir ke depan

Siapa yang bisa sukses jika hanya berfikir pada satu titik dan tidak memiliki fikiran ke depan. Seorang pemilik bisnis harus selalu berfikir ke banyak arah. Mereka harus berfikir ke depan untuk dapat mencari jalan keluar dan mencari inovasi terbaru untuk bisnisnya. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan membuat sebuah perencanaan masa depan. Pemilik bisnis harus selalu update terhadap perkembangan dunia bisnis ataupun teknologi yang sedang terjadi di masyarakat. Ini akan membantu dalam membuat rencana pengembangan bisnis kita nantinya.
10. Fleksibel

Fleksibilitas disini lebih ditekankan kepada kemampuan kita untuk bisa berfikir lebih praktis dan berbeda, terlebih saat kita melakukan suatu hal yang diluar rencana kita sebelumnya. Pemilik bisnis akan lebih dihargai oleh pelanggan atau mitar bisnis Anda, ketika Anda menunjukkan fleksibilitas daripada Anda keras kepala mencoba untuk membuktikan apa yang Anda yakini sendiri.

5 Peluang Bisnis yang Bisa Didapatkan dengan Google+ Hangouts on Air


Google lagi – lagi menjadi solusi bagi pemilik dan pelaku di dunia bisnis. Ada banyak fitur dan produk yang Google tawarkan untuk memudahkan setiap proses kegiatan bisnis kita, salah satunya yaitu untuk promosi. Saat ini penggunaan Google+ adalah yang paling populer. Google+ sudah dikenal seperti sebuah sosial media yang diciptakan untuk dapat melakukan promosi dengan mudah oleh semua pengguna Google. Namun Google+ juga memiliki fitur Hangouts on Air yang bertujuan untuk membantu promosi bisnis melalui sebuah video conference ataupun video iklan. Ini jelas akan memudahkan dan lebih memberikan nilai lebih bagi kegiatan promosi kita. Dan berikut ini peluang bisnis yang bisa kita dapatkan dari penggunaan Google+ Hangouts on Air.
1. Mendapatkan dan mempertahankan pelanggan

Saat bisnis Anda sudah memiliki dan mulai memanfaatkan Google+ untuk proses pemasarannya, cobalah untuk lebih memaksimalkan dan mengoptimalkan fitur didalamnya. Google+ HOAs menjadi salah satu cara untuk Anda mengumpulkan pelanggan lebih banyak. Anda bisa mengajak pelanggan Anda untuk hangouts dan saling berbagi. Anda bisa mengajak mereka untuk saling bertukar pengalaman ataupun cerita. Namun disini cobalah untuk tidak terpaut tentang bisnis Anda. Buat mereka nyaman terlebih dahulu dengan acara hangouts yang Anda buat. Setelah itu, baru berikan mereka kesempatan untuk berbagi. Anda juga bisa membagikan tips atau konten eksklusif seputar bisnis Anda kepada mereka.
2. Membangun otoritas pelanggan

Apapun bisnis Anda, Hangouts on Air akan membantu Anda untuk menyampaikan setiap keahlian yang Anda miliki kepada orang lain. Undang orang yang berwenang dan berhubungan dengan keahlian Anda untuk berpartisipasi dalam hangouts Anda. Dukungan mereka dapat meningkatkan reputasi Anda dan membangun kepercayaan dengan audiens Anda.
3. Membangun keterlibatan audiens

Google+ Hangouts on Air adalah sebuah solusi berharga untuk rencana pemasaran konten bisnis Anda. Webcast yang tersebar di Youtube dapat membantu Anda untuk menyebarkan konten Anda ke banyak sosial media dan email newsletter Anda. Anda dapat membuat keputusan pemasaran yang lebih tajam untuk menggunakan data pada interaksi penonton atau audiens Anda. Sementara itu, penonton dapat memberikan umpan balik dengan menginformasikan kepada orang lain tentang pemasaran konten Anda.
4. Kolaborasi

Kolaborasi masih sangat harus dilakukan dalam segala proses dan kegiatan bisnis kita. Tidak terkecuali dalam proses pemasaran yang kita lakukan. Sekalipun kita memasarkan konten bisnis melalui media Google+ Hangouts on Air, kolaborasi harus tetap terjalin. Anda bisa melakukan hangouts atau berbagi informasi bersama rekan kerja Anda, penasehat atau mentor Anda dan mereka yang ahli pada kegiatan pemasaran Anda. Anda tidak perlu melakukan pertemuan secara langsung untuk membahas setiap kegiatan yang akan dilakukan. Perkembangan teknologi ini membantu kita untuk dapat berhubungan jarak jauh dengan siapapun, pelanggan ataupun anggota tim kita.
5. Membuat pengumuman

Jika mengumumkan sebuah peluncuran produk, diskon, kegiatan penjualan dan promosi lainnya melalui sebuah halaman website sudah terlihat biasa, sudahkah Anda mencoba untuk melakukan hal – hal tersebut melalui Google+ Hangouts on Air bersama dengan pelanggan – pelanggan Anda? Jika belum, saya rasa inilah saatnya Anda mulai untuk mengoptimalkan kemudahan yang Google berikan. Berikan setiap video yang Anda unggah kesan menarik dan terbaik untuk dapat berbagi kebahagiaan dengan pelanggan – pelanggan Anda.

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda mendapatkan solusi untuk bisnis Anda dari penggunaan Google+ Hangouts on Air? Jika sudah Anda bisa share pengalaman dan tips seputar peluang bisnis ini. :)