Editor’s Note: Tulisan ini ditulis oleh Paul Orlando. Salah satu pendiri AccelaratorHK dan orang yang sudah berpengalaman di dunia startup. Semakin sering ia mengikuti acara pitching startup, semakin ia sadar bahwa acara seperti ini terkadang berdampak buruk bagi startup itu sendiri. Mengapa demikian? Simak dalam tulisannya berikut ini.
Kenapa acara pitching terkadang mengarah ke arah yang buruk dan apa yang seharusnya kita lakukan menanggapi hal ini
Dalam tulisan ini, acara pitching adalah acara dimana kelompok startup yang terpilih melakukan presentasi kepada sekelompok orang, biasanya adalah juri. Hal seperti ini biasa terjadi di dunia startup.
Setahun yang lalu saya mendirikan dan memulai operasi suatu startup accelerator. Artinya saya ikut memberikan masukan pada startup di semua hal, mulai dari segmen customer sampai cara memonetasinya untuk mendapatkan distribusi dan meningkatkan pendanaan. Saya juga menyiapkan para founder agar mereka bisa pitching ke orang-orang.
Saya juga ikut serta pada beberapa pitching startup secara privat. Dan saya bertindak sebagai juri pada banyak acara picthing.
Tapi saya ingin mengatakan anda kenapa saya tidak tahan dengan acara pitching dan menasihati startup untuk tidak ikut berpartisipasi.
Semua ini bermula bertahun-tahun yang lalu, di suatu sore di New York
Saya baru saja mendengarkan lima pitch dari perusahaan yang masih berada di tahap awal. Ada satu orang yang tidak bisa pergi dari pikiran saya. Ia adalah orang yang memiliki awal bisnis yang layak. Dia pergi dari rumah ke rumah menjual layanannya dengan hasil yang sangat bagus dan ia memiliki akses kepada data yang berharga yang ingin dibeli orang.
Dia juga seorang public speaker terburuk di dunia
Saya tidak pernah melihat orang sekacau ini. Dia tidak memiliki ekspresi dan membosankan. Saya tidak tahu seperti apa rupanya karena ia membaca kata demi kata di kertas yang dihadapkan pada wajahnya.
Tetapi hanya dialah yang di hari itu memiliki sebuah bisnis. Bisnis yang membosankan, tapi bagus. Dan dia juga orang yang langsung saya nyatakan gagal kerena ia adalah pesaing. Samapi saat ini aa masih menjalankan bisnisnya. Saya tidak begitu yakin dengan yang lain.
Picthing yang berlangsung dalam beberapa menit adalah cara yang mengerikan untuk mengevaluasi perusahaan dan tim yang mendirikannya
Acara pitching itu sama dengan restoran fast food dari dunia startup. Mudah ditinggalkan karena sudah kenyang, tapi tidak ada nutrisinya.
Acara pitching memperkuat pesan yang salah – bahwa acara pitching adalah tempat terbaik untuk untuk menceritakan kisah anda ke orang-orang dari startup lain. Perusahaan yang ikut dalam acara ini bisa dinilai cukup dari cara mereka menampilkan diri mereka sendiri dihadapan sekelompok orang, dalam beberapa menit.
Acara pitching disajikan sebagai ritual untuk mencari pendanaan, customer, tapi jarang sekali acara pitching yang mengarah ke hal ini.
Acara pitching lebih seperti gangguan dari pekerjaan dalam bisnis anda. Startup yang saya siapkan untuk pitch menghabiskan banyak waktu mereka untuk latihan dan menemukan cara berkomunikasi dan bagaimana mengekspresikannya. Saya tidak kenal lelah untuk membuat mereka menjadi lebih baik.
Acara ini jarang berakhir dengan penawaran pendanaan. Bahkan ada pergeseran dari tujuan asli dari demo day sebagai cara untuk meningkatkan pendanaan.
Customer anda mungkin bukan dari orang-orang startup ataupun jurinya, jadi kenapa anda menghabiskan banyak waktu di depan sekelompok orang ini?
Pemenang acara pitching lebih sering adalah penyelenggara acara, bukan startup
Saya mendapatkan pertanyaan seperti email di bawah ini dari waktu ke waktu, baik meminta saya untuk menilai atau membantu menemukan startup untuk diikutkan dalam acara pitching.
Hi Paul. Selama beberapa tahun belakangan ini saya menjalankan “bisnis ini”. Alasan kami melakukannya adalah untuk mencari perhatian dari startup anda. Kami mencari partner dan biasanya kami bekerjasama dengan sebuah accelerator. Menjadi partner berarti anda membantu kami dengan tempat dan promosi acara. Apakah anda tertarik dengan ajuan saya ini?
Saya biasanya membalas seperti ini.
Hi. Saya masih belum jelas manfaat apa acara ini kepada startup? Saya biasanya tidak mendorong startup untuk berpartisipasi dalam acara pitching kecuali ada hadiah nyata (bukan sesuatu seperti hosting gratis ataupun publisitas). Startup itu memiliki banyak pekerjaan dalam bisnis mereka dan biasanya tidak berkaitan pada acara pitching. Mohon beritahu saya jikalau saya salah memahami pesan anda…
Memang ada bisnis model yang sepenuhnya berdasarkan untuk mengajak startup menghabiskan waktu mereka di acara pitching, mendapatkan sponsorship dan menjual hal-hal seperti tiket, konferensi, riset, atau “akses” ke investor, dan apapun itu.
Terkadang tepuk tangan setelah mereka pitching adalah perasaan terbaik yang dirasakan pendiri startup selama seminggu penuh.
startup pitch
Dan itulah masalahnya. Ini mendorong cara berpikir yang narsistik, dimana kita secara sosial dihadiahkan oleh pujian daripada bisnis yang bisa sustainable. Tetapi ketenaran startup ini yang berlangsung selama 15 menit akan hilang dengan tiba-tiba setelah lampu acara dimatikan.
Terkadang picthing mereka lebih baik daripada keadaan startup mereka sendiri
Artinya pitching membuat startup itu terlihat lebih baik daripada keadaan mereka sesungguhnya, seperti apa yang dikatakan oleh Paul Graham,”the bad startups look good.” Saya tahu bagaimana hal ini bisa terjadi. Berdiri, membuat orang heran dan berdecak kagum, seakan-akan bisnis anda ini mudah dijalankan.
Seharusnya anda lebih berupaya untuk bertemu dengan customer, bereksperimen, dan menjual. Bukan ikut serta menambah keramaian ke ekosistem startup.
Itu artinya anda hanya bermain-main dalam menjalankan startup, bukan berusaha membesarkan bisnis anda.
Menilai dari acara-acara seperti ini adalah bisnis yang tidak jelas, dimana penilaian berdasarkan informasi yang sedikit dan dipengaruhi oleh orang yang melihat dan berpartisipasi dalam acara ini. Dan saya tahu, karena saya bisa mempengaruhi mereka supaya bisa berhasil.
Jadi kenapa saya ikut menilai acara ini? Kenapa saya tidak menghindarkannya?
Ada beberapa alasan.
Saya merasa mungkin saya bisa menjadi juri yang cukup selama lima menit waktu pitch ini, dilanjutkan dengan lima menit Q&A. Cara saya mengatasi hal ini adalah dengan mencari daftar perusahaan yang akan pitching sebelum acara dimulai dan merisetnya. Walaupun hal ini terlihat lumrah, tapi penyelenggara acara tidak berpikir bahwa juri mempunyai waktu untuk melakukannya. Mereka juga tidak tahu siapa saja perusahaan-perusahaan ini. Tetapi saya bisa mengecek startup ini, mencoba layanan mereka dan mecoba mempelajari mereka.
Menurut saya cara terbaik untuk mengubah kebiasaan ini adalah dari dalam. Saya tidak akan tahu apa yang terjadi dibelakang layar kecuali saya ikut masuk ke dalamnya.
Beberapa cara untuk menanggapi hal ini ke depannya
Jika anda ingin menghapus praktek seperti ini, cara terbaiknya adalah menggantikannya dengan hal lain. Inilah beberapa ide untuk menghapus acara pitching.
Daripada menyelenggarakan acara pitching di depan banyak orang-orang startup, sebaiknya lakukan acara seperti “bukan demo day”. Tujuan acara ini tidak untuk menghibur atau menunjukkan betapa kerennya startup anda, tapi tujuannya adalah untuk menunjukkan seberapa besar hasil yang telah diraih.
Pergi ke acara yang mirip dengan Startup Weekend atau Lean Startup Machine, dimana pitching di sana adalah untuk mengeskpresikan proses yang telah dilewati startup.
Jalankan dengan format edukasi dimana anda berbagi cara menemukan masalah, mendapatkan pengguna pertama, atau mendapatkan revenue pertama.
Daripada menghadiri acara pitching, hadirilah acara dimana customer anda berkumpul. Ingat, customer anda mungkin bukan orang startup. Habiskan waktu dengan customer anda.
Ketika anda diundang untuk ikut pitch di suatu acara, balas mereka dengan mengatakan bahwa anda sedang banyak kesibukan pada bisnis anda. Atau anda bisa berikan mereka artikel ini.
Jika anda merasa setuju dengan apa yang saya tulis, share artikel ini ke banyak orang agar mereka tahu apa yang sebaiknya mereka lakukan daripada ikut ke banyak acara pitching.
Kenapa acara pitching terkadang mengarah ke arah yang buruk dan apa yang seharusnya kita lakukan menanggapi hal ini
Dalam tulisan ini, acara pitching adalah acara dimana kelompok startup yang terpilih melakukan presentasi kepada sekelompok orang, biasanya adalah juri. Hal seperti ini biasa terjadi di dunia startup.
Setahun yang lalu saya mendirikan dan memulai operasi suatu startup accelerator. Artinya saya ikut memberikan masukan pada startup di semua hal, mulai dari segmen customer sampai cara memonetasinya untuk mendapatkan distribusi dan meningkatkan pendanaan. Saya juga menyiapkan para founder agar mereka bisa pitching ke orang-orang.
Saya juga ikut serta pada beberapa pitching startup secara privat. Dan saya bertindak sebagai juri pada banyak acara picthing.
Tapi saya ingin mengatakan anda kenapa saya tidak tahan dengan acara pitching dan menasihati startup untuk tidak ikut berpartisipasi.
Semua ini bermula bertahun-tahun yang lalu, di suatu sore di New York
Saya baru saja mendengarkan lima pitch dari perusahaan yang masih berada di tahap awal. Ada satu orang yang tidak bisa pergi dari pikiran saya. Ia adalah orang yang memiliki awal bisnis yang layak. Dia pergi dari rumah ke rumah menjual layanannya dengan hasil yang sangat bagus dan ia memiliki akses kepada data yang berharga yang ingin dibeli orang.
Dia juga seorang public speaker terburuk di dunia
Saya tidak pernah melihat orang sekacau ini. Dia tidak memiliki ekspresi dan membosankan. Saya tidak tahu seperti apa rupanya karena ia membaca kata demi kata di kertas yang dihadapkan pada wajahnya.
Tetapi hanya dialah yang di hari itu memiliki sebuah bisnis. Bisnis yang membosankan, tapi bagus. Dan dia juga orang yang langsung saya nyatakan gagal kerena ia adalah pesaing. Samapi saat ini aa masih menjalankan bisnisnya. Saya tidak begitu yakin dengan yang lain.
Picthing yang berlangsung dalam beberapa menit adalah cara yang mengerikan untuk mengevaluasi perusahaan dan tim yang mendirikannya
Acara pitching itu sama dengan restoran fast food dari dunia startup. Mudah ditinggalkan karena sudah kenyang, tapi tidak ada nutrisinya.
Acara pitching memperkuat pesan yang salah – bahwa acara pitching adalah tempat terbaik untuk untuk menceritakan kisah anda ke orang-orang dari startup lain. Perusahaan yang ikut dalam acara ini bisa dinilai cukup dari cara mereka menampilkan diri mereka sendiri dihadapan sekelompok orang, dalam beberapa menit.
Acara pitching disajikan sebagai ritual untuk mencari pendanaan, customer, tapi jarang sekali acara pitching yang mengarah ke hal ini.
Acara pitching lebih seperti gangguan dari pekerjaan dalam bisnis anda. Startup yang saya siapkan untuk pitch menghabiskan banyak waktu mereka untuk latihan dan menemukan cara berkomunikasi dan bagaimana mengekspresikannya. Saya tidak kenal lelah untuk membuat mereka menjadi lebih baik.
Acara ini jarang berakhir dengan penawaran pendanaan. Bahkan ada pergeseran dari tujuan asli dari demo day sebagai cara untuk meningkatkan pendanaan.
Customer anda mungkin bukan dari orang-orang startup ataupun jurinya, jadi kenapa anda menghabiskan banyak waktu di depan sekelompok orang ini?
Pemenang acara pitching lebih sering adalah penyelenggara acara, bukan startup
Saya mendapatkan pertanyaan seperti email di bawah ini dari waktu ke waktu, baik meminta saya untuk menilai atau membantu menemukan startup untuk diikutkan dalam acara pitching.
Hi Paul. Selama beberapa tahun belakangan ini saya menjalankan “bisnis ini”. Alasan kami melakukannya adalah untuk mencari perhatian dari startup anda. Kami mencari partner dan biasanya kami bekerjasama dengan sebuah accelerator. Menjadi partner berarti anda membantu kami dengan tempat dan promosi acara. Apakah anda tertarik dengan ajuan saya ini?
Saya biasanya membalas seperti ini.
Hi. Saya masih belum jelas manfaat apa acara ini kepada startup? Saya biasanya tidak mendorong startup untuk berpartisipasi dalam acara pitching kecuali ada hadiah nyata (bukan sesuatu seperti hosting gratis ataupun publisitas). Startup itu memiliki banyak pekerjaan dalam bisnis mereka dan biasanya tidak berkaitan pada acara pitching. Mohon beritahu saya jikalau saya salah memahami pesan anda…
Memang ada bisnis model yang sepenuhnya berdasarkan untuk mengajak startup menghabiskan waktu mereka di acara pitching, mendapatkan sponsorship dan menjual hal-hal seperti tiket, konferensi, riset, atau “akses” ke investor, dan apapun itu.
Terkadang tepuk tangan setelah mereka pitching adalah perasaan terbaik yang dirasakan pendiri startup selama seminggu penuh.
startup pitch
Dan itulah masalahnya. Ini mendorong cara berpikir yang narsistik, dimana kita secara sosial dihadiahkan oleh pujian daripada bisnis yang bisa sustainable. Tetapi ketenaran startup ini yang berlangsung selama 15 menit akan hilang dengan tiba-tiba setelah lampu acara dimatikan.
Terkadang picthing mereka lebih baik daripada keadaan startup mereka sendiri
Artinya pitching membuat startup itu terlihat lebih baik daripada keadaan mereka sesungguhnya, seperti apa yang dikatakan oleh Paul Graham,”the bad startups look good.” Saya tahu bagaimana hal ini bisa terjadi. Berdiri, membuat orang heran dan berdecak kagum, seakan-akan bisnis anda ini mudah dijalankan.
Seharusnya anda lebih berupaya untuk bertemu dengan customer, bereksperimen, dan menjual. Bukan ikut serta menambah keramaian ke ekosistem startup.
Itu artinya anda hanya bermain-main dalam menjalankan startup, bukan berusaha membesarkan bisnis anda.
Menilai dari acara-acara seperti ini adalah bisnis yang tidak jelas, dimana penilaian berdasarkan informasi yang sedikit dan dipengaruhi oleh orang yang melihat dan berpartisipasi dalam acara ini. Dan saya tahu, karena saya bisa mempengaruhi mereka supaya bisa berhasil.
Jadi kenapa saya ikut menilai acara ini? Kenapa saya tidak menghindarkannya?
Ada beberapa alasan.
Saya merasa mungkin saya bisa menjadi juri yang cukup selama lima menit waktu pitch ini, dilanjutkan dengan lima menit Q&A. Cara saya mengatasi hal ini adalah dengan mencari daftar perusahaan yang akan pitching sebelum acara dimulai dan merisetnya. Walaupun hal ini terlihat lumrah, tapi penyelenggara acara tidak berpikir bahwa juri mempunyai waktu untuk melakukannya. Mereka juga tidak tahu siapa saja perusahaan-perusahaan ini. Tetapi saya bisa mengecek startup ini, mencoba layanan mereka dan mecoba mempelajari mereka.
Menurut saya cara terbaik untuk mengubah kebiasaan ini adalah dari dalam. Saya tidak akan tahu apa yang terjadi dibelakang layar kecuali saya ikut masuk ke dalamnya.
Beberapa cara untuk menanggapi hal ini ke depannya
Jika anda ingin menghapus praktek seperti ini, cara terbaiknya adalah menggantikannya dengan hal lain. Inilah beberapa ide untuk menghapus acara pitching.
Daripada menyelenggarakan acara pitching di depan banyak orang-orang startup, sebaiknya lakukan acara seperti “bukan demo day”. Tujuan acara ini tidak untuk menghibur atau menunjukkan betapa kerennya startup anda, tapi tujuannya adalah untuk menunjukkan seberapa besar hasil yang telah diraih.
Pergi ke acara yang mirip dengan Startup Weekend atau Lean Startup Machine, dimana pitching di sana adalah untuk mengeskpresikan proses yang telah dilewati startup.
Jalankan dengan format edukasi dimana anda berbagi cara menemukan masalah, mendapatkan pengguna pertama, atau mendapatkan revenue pertama.
Daripada menghadiri acara pitching, hadirilah acara dimana customer anda berkumpul. Ingat, customer anda mungkin bukan orang startup. Habiskan waktu dengan customer anda.
Ketika anda diundang untuk ikut pitch di suatu acara, balas mereka dengan mengatakan bahwa anda sedang banyak kesibukan pada bisnis anda. Atau anda bisa berikan mereka artikel ini.
Jika anda merasa setuju dengan apa yang saya tulis, share artikel ini ke banyak orang agar mereka tahu apa yang sebaiknya mereka lakukan daripada ikut ke banyak acara pitching.
No comments:
Post a Comment