MedanBisnis - Medan. Kalau selama ini, bunga kamboja yang banyak bertaburan di jalanan serta di Tempat Pemakaman Umum (TPU) dianggap tidak bernilai, tetapi bagi Jojo tidak demikian. Warga Jalan Badur Bawah, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun ini menjadikan bunga kamboja sebagai tambahan bagi pundi-pundinya.
Saat ditemui MedanBisnis, di kawasan Jalan Suprapto, tepatnya di samping jembatan Sungai Deli, Jumat (23/5), Jojo mengatakan, bunga kamboja yang dikeringkan ini cukup bernilai jika dirupiahkan. Untuk per kilogramnya, Jojo bisa meraup pendapatan antara Rp 45 ribu hingga Rp 65 ribu.
"Dalam sebulan saya bisa mendapatkan 3 sampai 4 kilogram. Soalnya saya menjalani kegiatan ini hanya sampingan saja," katanya, Jumat (23/5).
Pemuda yang sehari-harinya berprofesi sebagai juru parkir ini belum total untuk fokus menggeluti bisnis bunga kamboja kering tersebut. Usaha sampingannya itu pun dijalaninya bersama seorang rekannya yang punya peranan dan tugas masing-masing.
"Tugas saya hanya menjemur saja. Kalau yang mencari bunga kambojanya ada teman. Jadi hasilnya nanti kami bagi dua," terangnya.
Jojo juga mengatakan, untuk mendapatkan bunga kamboja itu, hanya diharapkan bagi yang sudah gugur saja. Sebab jika dipetik, hasil penjemurannya tidak akan baik terhadap kualitas akhirnya.
"Bunga kamboja ini untuk bahan dasar pembuatan kosmetik dan lotion. Jadi, cukup bernilai. Namun belum banyak orang yang tahu akan kegunaannya," jelasnya.
Jojo menyebutkan, untuk kawasan penduduk yang bermukim di sekitaran kuburan, bisnis itu sudah umum diketahui. Misalnya di kawasan, Kelurahan Sei Mati, Deli Tua, dan Simpang Limun. Mereka setiap harinya berkeliling mencari bunga, lalu menjemurnya seperti yang dilakukan Jojo. "Agen pengumpulnya juga ada, tetapi hanya mau mengambil apabila bunga kamboja keringnya sudah banyak," terangnya.
Jojo menuturkan, kondisi cuaca kerap menjadi persoalan. Karena, keberlangsungan produksi bunga kamboja kering ini sangat bergantung dari penyinaran matahari. "Jika cuaca panas, penjemuran paling tidak memakan waktu hingga satu setengah hari. Kalau mendung bisa berhari-hari, untuk membuatnya betul-betul kering," pungkasnya.(rozie winata)
No comments:
Post a Comment