Monday, May 26, 2014

Kisah Inspiratif Ella V. Brizadly Jadi Wirausaha Plus Full Time Mother

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berangkat dari nalurinya sebagai ibu yang ingin selalu dekat dengan keluarga di rumah,  Ella V. Brizadly akhirnya berani meninggalkan pekerjaannya.

Padahal kala itu, karier Ella sedang gemilang-gemilangnya. Jabatannya yang sudah selevel manajer di sebuah perusahaan tambang terkemuka nasional membuatnya berhak menikmati berbagai fasilitas mewah dari kantor. Namun fasilitas tersebut tak menghalangi tekadnya menjadi full time mother.

"Karena saya yakin, the enemy of great life is a good life," katanya di acara bincang-bicang "Inspirasi Wirausaha Perempuan Indonesia dengan Mengembangkan Kebudayaan Indonesia" yang digelar BII dan Sukma Inspirasi di Galeri Indonesia Kaya, Jumat (23/5/2014).

Tapi, Ella tidak ingin sepenuhnya menjadi pengangguran. Meski di rumah menjalani perannya sebagai full time mother, ia ingin tetap berkarya, menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi, sehingga tidak terlalu bergantung pada penghasilan suami.

Gemar mengoleksi berbagai jenis kain tradisional, akhirnya Ella mencoba memanfaatkan hobinya itu untuk berwirausaha.

Kain-kain tersebut diolahnya menjadi berbagai pilihan tas dan sepatu bergaya kekinian. Jenis kainnya cukup beragam mulai dari tenun, batik, songket, dan ikat.

"Saya pikir sayang kan kalau disimpan terlalu lama. Takutnya rusak," ujar Ella.

Selain itu, fakta bahwa kain-kain tersebut kehilangan pamor di negeri sendiri juga memotivasinya. Menurut pengamatannya, kesan tua dan kuno masih kuat melekat pada citra kain tradisional sehingga tidak "ramah" bagi segala kalangan.

Oleh sebab itu, Ella ingin sekali menciptakan karya yang cocok untuk segala kelangan, mulai dari muda hingga tua. Dengan demikian, kain tradisional pun diharapkan kembali mendapat tempat di hati masyrakat Indonesia.

Singkat cerita, karya Ella mendapat respon positif. Dimulai dari teman dekat, pembelinya lalu kian beragam.

Akhirnya, pada 2011, Ella memantapkan diri dengan mendirikan label PRibuMI.Label ini menawarkan pilihan desain tas dan sepatu yang bergaya modern dan edgy  dengan sentuhan bahan kulit.

Untuk mengentalkan kesan Indonesia, Ella menamakan koleksi tasnya dengan nama pulau di Indonesia. Adapun koleksi sepatunya diberi nama kota-kota di Indonesia.

Internet mulanya menjadi wadah Ella berjualan. Pembeli dapat memesan sepatu atau tas secara khusus dengan masa pembuatan maksimal dua minggu.

Setelah online, Ella mulai merambah offline dengan mendirikan Kampung PRibuMI yang berlokasi di kawasan Pondok Cabe.

Berdiri di atas lahan seluas 2.000 meter persegi, Kampung PRibuMI one terdiri dari berbagai macam area.

Selain galeri, tempat Ella memamerkan karyanya, di situ juga ada kafe, workshop, dan bahkan tempat tinggal para perajin.

"Di galeri, pembeli juga bisa bongkar is lemari berisi kain untuk pesanan mereka," katanya.

Pesanan yang terus meningkat mendorong Ella untuk lebih kreatif. Semakin beragam pula kain tradisional yang ia eksplor. Untuk kain, Ella banyak mengambil dari perajin lokal.

Tak disangka, Ella sering mendapat ucapan terima kasih dari para perajin karena kerajinan kain di daerah mereka kembali bergairah berkat permintaannya itu.

Atas usahanya itu pula Ella mendapat penghargaan sebagai Tokoh Inspirasi Wirausaha Perempuan Indonesia dari Sukma Inspirasi dan Bank BII.

Ia dinilai sukses mengembangkan potensi budaya lokal, sekaligus mengedukasi masyarakat luas bahwa budaya tradisional juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi jika diolah, dikelola, dan diproduksi dengan baik. Selain Ella, penghargaan tersebut juga diberikan kepada Okke Hatta Rajasa dan Elvara Subykato.

No comments:

Post a Comment