Thursday, May 22, 2014

Belajar Mengkomunikasikan Visi

Visi yang telah seorang pemimpin pilihkan untuk perusahaannya merupakan hal paling penting yang harus dikomunikasikan kepada tim. Visi itu harus diulang-ulang sesering mungkin di setiap kesempatan dengan kata-kata yang jelas dan bisa diingat dengan mudah. Bob Iger ialah presiden dan CEO Walt Disney Company dan orang ke-6 yang memegang jabatan ini sejak didirikannya perusahaan itu oleh Walt Disney pada tahun 1923. Visi besar Disney ialah, “Membuat orang senang”. Iger merancang sesuatu yang ia sebut sebagai visi strategisnya: “Menggunakan teknologi untuk menjangkau lebih banyak orang, lebih sering, dengan cara-cara yang lebih nyaman.” Visi strategis ini mengarahkan Iger untuk membuat beberapa properti paling berharga Walt Disney yang pernah tersedia secara penyiaran daring (online) yang menjadi sebuah keputusan yang sangat kontroversial. Iger menekankan pentingnya meletakkan struktur fundamental yang kokoh sehingga akan dapat memungkinkan orang untuk melaksanakan misinya. Yang paling penting, ia menekankan kebutuhan untuk mengkomunikasikan visinya. Salah satu hal yang menjadi sangat penting bagi seorang CEO untuk dicapai ialah suatu visi strategis dan kemudian memungkinkan orang-orang dengan menciptakan sebuah lingkungan yang tepat untuk melaksanakannya. Dan penting untuk menyampaikan visi tersebut sesering mungkin karena visi tidak akan dilaksanakan kecuali disampaikan dengan jelas dan mudah dimengerti. John Ryan, presiden Center of Creative Leadership, mengingatkan kita bahwa tidak cukup untuk mengkomunikasikan visi kepada tim di level atas: pemimpin harus menyisihkan waktu untuk berkomunikasi kepada seluruh jajaran perusahaan. “Tuntutan waktu pelayanan sebagai seorang pemimpin dapat mengurangi efektivitas kita sebagai pemimpin secara keseluruhan. terlebih lagi, saat kita mengalihkan perhatian sebagai eksekutif untuk berkomunikasi, kita kadang memperburuk keadaan. Menurut pengalaman saya sendiri yang meliputi pengamatan terhadap klien-klien di seluruh dunia, jelas bahwa sebagian besar perusahaan sangat tidak seimbang dalam komunikasinya. Sering mereka bagus dalam level atas. Tim manajemen eksekutif dan senior mengerti visi dan strategi CEO. Tetapi semakin Anda menelusur ke dalam perusahaan itu, semakin Anda menyadari semakin semrawutnya keadaan. Manajer tingkat menengah dan para pegawai di garis depan sering tidak tahu apa-apa tentang bagaimana menghubungkan pekerjaan mereka sehari-hari dengan strategi yang lebih besar. Sering mereka tidak tahu apa strategi perusahaan. Apakah keadaan itu terdengar tak asing lagi? Kita tidak seharusnya menyalahkan mereka karena telah mengabaikan memo-memo yang kadang kita kirimkan mengenai ‘penambahan nilai’ dan ‘sinergi’ dan ‘berpikir di luar kotak’. Itu merupakan kesalahan kita sebagai pemimpin saat kita tidak mengkomunikasikan istilah-istilah yang bermakna masuk akal di semua jajaran perusahaan. Sebuah visi pemimpin untuk organisasi merupakan kontribusi paling penting yang ia miliki. Para pemimpin harus mengkomunikasikan visi dan menciptakan suatu lingkungan yang memungkinkan orang-orang untuk mencapai visi tersebut. Mengkomunikasikan visi dalam beberapa kesempatan dalam acara-acara yang telah dirancang tidak akan cukup. Pemimpin harus mengkomunikasikan visi mereka sesering mungkin dan kepada sebanyak mungkin kalangan, pada semua level di perusahaan. Visi tersebut harus disajikan secara jelas, mudah dicerna dan harus menarik prestasi yang orang-orang bisa rasakan secara tulus : orang tidak bisa diilhami hanya dengan jargon. (*/Akhlis)

No comments:

Post a Comment