Wednesday, May 21, 2014

Mari Berpikir Keluar Kotak

Out of the box adalah pendekatan berpikir kreatif dan merupakan salah satu cara atau alat untuk mencari pemikiran baru dengan meninggalkan cara-cara lama.

Akhir-akhir ini sering terdengar ungkapan "Think out the box" baik melalui media cetak maupun dalam percakapan terutama oleh para CEO, manager dan entrepreneur. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganjurkan untuk mencari terobosan guna menciptakan inovasi yang berguna bagi negara dan rakyat dengan istilah atau pendekatan tersebut.

Ajakan ini seyogyanya ditanggapi dengan serius, karena dengan berpikir keluar dari kungkungan, akan membawa tugas yang dibebankan pada kita menjadi hasil yang lebih kreatif, lebih berhasil, berguna bagi masyarakat dan juga dunia bisnis. Dengan pendekatan tersebut, pasti akan membawa hasil yang berbeda, unik dan mempunyai keunggulan.

Majalah Newsweek, dalam artikelnya beberapa waktu lalu membahas "How Japan losts its grooves". Yang menganalisa bagaimana Jepang yang dulu selalu dipandang sebagai negara maju dengan inovasi dan teknologi sebagai kekuatan ekononominya, ditambah dengan kualitas produk yang tinggi, diakui telah melanda pasar dunia. Sebagai contoh, penemuan oleh Sony pada tahun 1955 dengan transistor radio-nya, dan tahun 1979 dengan Walkman-nya.

Juga penemuan oleh Toyota dan Nissan pada tahun 1970 dengan mobil compact-nya, dan pada tahun 1997 dengan kendaraan hybrid. Namun pada artikel tersebut dipaparkan bagaimana Jepang belakangan ini dinilai tertinggal dalam teknologi dan pemasaran oleh negara maju lainnya.

Produk inovatif seperti iPod kelahiran Apple, Nokia mobile phone, mesin pencari Google serta Vodafone dinilai telah meninggalkan keunggulan produk Jepang. Belum terhitung produk-produk buatan Korea Selatan, Cina dan negara-negara Uni Eropa akan masuk dalam kancah persaingan dunia dengan produk-produk baru yang inovatif dan kompetitif.

Dalam artikel tersebut juga digambarkan bagaimana negara yang sudah menguasai teknologi, pasar dan jaringan yang luas, terus berlomba mencari inovasi baru. Dan ternyata bukan hanya produk baru yang inovatif saja yang akan menguasai pasar dunia, namun juga harus diimbangi dengan proses yang inovatif dalam memasarkan produk-produk tersebut. Produk inovatif yang memiliki nilai tambah dan unik, dengan penetrasi yang cepat, akan menguasai pasar.

Negara kita sangat kaya dengan sumber daya alam dan manusia. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana kita mengelola kekuatan tersebut secara inovatif, bijaksana dan berkesinambungan guna kejayaan bangsa. Salah satu caranya adalah dengan berani berpikir out of the box.

Out of the box adalah pendekatan berpikir kreatif dan merupakan salah satu cara atau alat untuk mencari pemikiran baru dengan meninggalkan cara-cara lama. Dengan pendekatan tersebut, kita lebih mudah mengekplorasi dalammencari alternatif-alternatif serta kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. Semakin beragam alternatif dan kemungkinan yang dimiliki, akan terbuka opportunity yang sebelumnya tidak terpikirkan (unthinkable).

Untuk selanjutnya dilakukan studi kelayakan pada opportunity tersebut, kemudian dievaluasi dan dianalisa dengan menggunakan logika dan norma fungsi-fungsi manajemen. Sebagai contoh, ketika penjualan dan keuntungan di suatu perusahaan mengalami penurunan, yang biaya dilakukan adalah usaha-usaha untuk meningkatkan penjualan, melalui kenaikan/penurunan harga jual, menekan biaya langsung/tidak langsung dan tidak jarang konsentrasi hanya terfokus pada sektor biaya. Out of the box mengajak berpikir bagaimana menciptakan produk baru, pasar baru, proses distribusi, proses produksi baru, segmen baru dan sebagainya.

Berdasarkan pengamatan saya, industri jamu misalnya, adalah suatu industri yang relatif mudah untuk dimasuki karena entry barrier yang tidak terlalu kuat. Namun dikarenakan persaingan yang sangat kompetitif, pemain di industri ini juga mudah keluar dari persaingan.

Perusahaan yang exist biasanya mempunyai satu atau beberapa produk andalan yang merupakan tulang punggung perusahaan. Sangat lazim me too produk segera muncul oleh para pesaing. Salah satu perusahaan terkemuka diindustri ini, sangat menyadari situasi tersebut dan sang CEO tidak hanya menekan biaya produksi, pemasaran dan distribusi, tetapi dia juga menciptakan produk baru, segmen baru dan juga proses produksi dengan teknologi tinggi.

Selain itu sang CEO juga selalu memposisikan pemasok, pelanggan, karyawan, distributor dan lingkungan sekitar sebagai stake-holder bukan hanya memikirkan kepentingan share-holder-nya. Sang CEO melaksanakan pendekatan out of the box dan hasilnya perusahaan tersebut hanya dalam kurun waktu lima tahun menjadi perusahaan jamu terbesar.

No comments:

Post a Comment